<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-13T20:13:56Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/1</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:54Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROSESPENYEMBUHAN LUKA POST OPERASI SECTIO CAESARIADI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Per-angin2, Nirwana</dc:creator>
	<dc:creator>Isnaniah, Isnaniah</dc:creator>
	<dc:creator>Rizani, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyembuhan luka SC secara fisiologis berkisar antara   10 hari-14 hari (Morison,2003). Penyembuhan luka SC juga sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, umur, berat badan dan personal higiene1.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka post operasi SC di RSUD Ratu Zaleha Martapura tahun 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan subjek penelitian seluruh ibu nifas post operatif SC yang melakukan kunjungan rawat jalan ke Poliklinik Kandungan RSUD Ratu Zaleha Martapura tahun 2013 sebanyak 197 orang. Analisis yang digunakan adalah Chi Square dengan α 0,05.Hasil penelitian analisa univariat umur responden aman sebanyak 153 orang (77,7%), berat badan normal 145 orang (73,6%), personal hygiene 173 orang baik. Hasil uji statistik untuk umur p 0,628 &amp;gt; α 0,05,  berat badan p 0,936 &amp;gt; α  0,05, personal hygiene p 0,621 &amp;gt; α 0,05.Penelitian ini dapat disimpulkan tidak ada hubungan umur, berat badan, personal hygiene dengan penyembuhan luka SC di poliklinik kandungan RSUD Ratu Zaleha Martapura tahun 2013. Kata Kunci  : Umur, Berat badan, Personal hygiene, Proses pennyembuhan luka post    operasi sectio caesaria. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/1</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.1</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/1/1</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/1/2</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/2</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:49Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER DENGAN DETEKSI DININ FAKTOR RISIKO KEHAMILAN DIN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTABARU KABUPATEN KOTABARU TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Tunggal, Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Alan, Syamsuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Chairiyah, Chairiyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan yang dilakukan dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) salah satunya melalui deteksi dini faktor risiko kehamilan.Deteksi dini faktor risiko kehamilan oleh masyarakat (kader) merupakan kunci keberhasilan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkan. Target deteksi dini faktor risiko kehamilan oleh kader tahun 2011 adalah 80% dan pencapaian oleh kader di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru Kabupaten Kotabaru Tahun 2012 sebanyak 32 kader  (19,5%)dari 95 kader.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap kader dengan deteksi dini faktor risiko kehamilan di wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru Kabupaten Kotabaru Tahun 2013.Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan uji statistik Chi Square dengan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader yaitu 95 orang.Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh yakni semua populasi dijadikan sampel sebanyak 95 orang.Hasil penelitian diperoleh dari 95 responden yang mendeteksi dini faktor risiko kehamilan sebanyak 43 responden (44,8%), memiliki pengetahuan cukup sebanyak 61 responden (64,2%) dan memiliki sikap positif sebanyak 51 responden (53,1%). Hasil ujistatistik Chi Square p=0,001 &amp;lt; α untuk pengetahuan dan    p=0,002&amp;lt; α untuk sikap.Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan pengetahuan dan sikap kader dengan deteksi dini faktor risiko kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kotabaru Kabupaten Kotabaru Tahun 2013.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/2</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.2</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/2/3</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/2/15</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/3</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:48Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHAMILAN PRANIKAH CALON PENGANTIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Kirana, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Barkinah, Tut</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kehamilan pranikah remaja adalah fenomena kehidupan remaja yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi secara fisik, mental dan sosial serta komplikasi dan kematian ibu dan bayi. Secara psikososial, remaja dapat terkucil, merasa malu, depresi, putus sekolah, sulit bekerja, miskin dan menambah pertumbuhan penduduk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan pranikah calon pengantin remaja di kota Banjarmasin tahun 2013.Rancangan studi yang digunakan pada penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh calon pengantin  yang datang ke puskesmas di wilayah kota Banjarmasin Tahun 2013. Dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang calon pengantin wanita. Teknik pengambilan sampel secara simple random  Sampling.  Data dikumpulkan berupa data primer  dan data sekunder.  Analisa yang dilakukan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Pearson Correlation.Penelitian ini menemukan  kehamilan pranikah calon pengantin remaja di Kota Banjarmasin sebanyak 13 orang (34,2%). Usia terbanyak adalah 19 tahun, 14 orang (36,8%),  pendidikan terbanyak adalah SLTP,  20 orang (52,6%), usia pubertas yang terbanyak, 12 tahun, 15 orang (39,5%), sebanyak 15 orag (39,5%) tidak pernah mendapatkan informasi tentang seks pranikah dan kehamilan, sumber informasi yang terbanyak adalah sekolah yaitu 9 orang  (23,7%), status menikah orang tua masih menikah dan bersama sebanyak 29 orang (76,3%), pernah pacaran sebanyak 14 kali (36,8%), tempat pacaran yang terbanyak adalah di rumah, 14 orang (43,8%),   Faktor yang berhubungan dengan kehamilan pranikah remaja meliputi umur (p value = 0.001), usia pubertas  (p value = 0,032)dan informasi yang didapat (p value = 0,236), sedangkan variabel pendidikan, status perkawinan dan jumlah pacaran tidak didapatkan hubungan yang bermakna.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Adanya hubungan yang bermakna antara umur, usia pubertas dan informasi yang didapat dengan kejadian kehamilan pranikah calon pengantin. disarankan untuk melakukan peningkatan metode pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas di kalangan remaja, menambah jumlah kader remaja (peer educator) melalui pendidikan dan pelatihan. Meningkatkan keterlibatan orang tua mendampingi remaja melalui masa transisi kehidupan.Kata kunci : umur, pendidikan, usia pubertas, imformasi, status perkawinan, pacaran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/3</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.3</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/3/4</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/3/16</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/4</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:48Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN  KEAKTIFAN KADER DALAM PELAKSANAAN KELURAHAN SIAGA DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Norlena, Norlena</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Vonny Khresna</dc:creator>
	<dc:creator>Suhrawardi, Suhrawardi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Program pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif sebagai program yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satu keberhasilan dan kelestarian Desa Siaga adalah keaktifan para kader. Kader dianggap paling dekat dengan masyarakat itu sendiri. Data Desa Siaga/Kelurahan Siaga yang ada di Kota Banjarmasin dari 26 Puskesmas terdapat 52 Desa/Kelurahan dan hanya terdapat 7 Desa Siaga Aktif yang terdiri dari 5 Desa Siaga Pratama dan 2 Desa Siaga Madya sedangkan untuk Desa Siaga yang lebih tinggi tingkatannya yaitu Purnama dan  Mandiri belum ada/ berjalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan Kelurahan Siaga di Kota Banjarmasin tahun 2013?.Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kader Desa/Kel;urahan Siaga di kota Banjarmasin Tahun 2013 berjumlah 104 kader. Sampel penelitian ini adalah  seluruh kader Desa/Kel;urahan Siaga di kota Banjarmasin Tahun 2013 berjumlah 52 kader (menggunakan rumus). Teknik pengambilan sampel secara simple random  Sampling.   Analisa yang dilakukan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian didapatkan Kader  yang aktif dalam pelaksanaan Kelurahan Siaga sebanyak 37 orang (71,2%),  sebagian besar berpendidikan menengah yaitu 30 orang  (57,7 %) , sebagian besar berpengetahuan baik yaitu 26 orang (50,0 %),  sebagian besar berumur dibawah 40 tahun yaitu  34 orang  (65,4%), sebagian besar mengikuti pelatihan yaitu  32 orang  (61,5 %),  sebagian besar sudah menjadi kader diatas 5 tahun yaitu 35 orang  (67,3 %), sebagian besar  tidak bekerja yaitu 34 orang    (65,4 %). Ada hubungan antara pendidikan  kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,005), ada hubungan antara pengetahuan kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,000),  tidak ada hubungan antara umur kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,400),  tidak ada hubungan antara pelatihan  kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,646), Ada hubungan antara lama  menjadi kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,020),  Ada hubungan antara pekerjaan kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,000),Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan, lama menjadi kader, serta pekerjaan berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pelaksanaan Kelurahan Siaga . Umur dan pelatihan tidak berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pelaksanaan Kelurahan Siaga. Kata Kunci : Keaktifan Kader, Kelurahan Siaga</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/4</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.4</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/4/5</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/4/17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/5</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:47Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIFITAS PENINGKATAN SUHU TUBUH PADA PERAWATAN METODE KANGGURU DENGAN PERAWATAN INKUBATOR DI BLUD RS H. BOEJASIN PELAIHARI TANAH LAUT TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Zakiah, Zakiah</dc:creator>
	<dc:creator>Zulbachri Noor, Norhajati Bt</dc:creator>
	<dc:creator>Setiawati, Erni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perawatan metode kanguru atau PMK merupakan salah satu perawatan yang efektif bagi bayi BBLR. PMK ini sangat efektif mengontrol suhu tubuh bayi, pemberian ASI dan terjalinnya hubungan batin yang kuat antara ibu dan bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas peningkatan suhu tubuh bpada perawatan metode kanguru dan perawatan inkubator di BLUD RS. H. Boejasin Pelaihari Tanah Laut tahun 2013. Penelitian ini menggunakan teknik Quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest design. Penelitian terdiri dari 2 kelompok perlakuan, perlakuan 1 menggunakan perawatan metode kanguru, kelompok perlakuan 2 menggunakan metode perawatan inkubator. Populasi dalam penelitan ini adalah semua bayi BBLR yang dirawat di BLUD RS. H. Boejasin Pelaihari, berjumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 25 orang dengan perawatan PMK dan 25 orang dengan perawatan inkubator. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengolahan data melalui tabulasi dengan uji statistic wilcoxon test dengan nilai α-0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rerata peningkatan suhu tubuh bayi pada penerapan perawatan PMK yaitu 0,2920 (SD=0,08124). Pana penerapan perawatan inkubator didapatkan rerata peningkatan suhu tubuh 0,1320 (SD=0,14353). Penerapan PMK lebih efektifdibandingkan dengan perawatan inkubator dalam meningkakan suhu tubuh bayi BBLR. Perawatan PMK dapat dijadikan sebagai salah satu perawatan untuk bayi BBLR dalam menjaga suhu tubuh bayi. Kata Kunci: Bayi BBLR; Perawatan Inkubator; Perawatan Metode Kanguru; Suhu Tubuh;.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/5</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.5</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/5/6</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/5/18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/6</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:46Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEK SUPLEMENTASI TABLET Fe + VITAMIN C DAN OBAT CACING TERHADAP PERUBAHAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA YANG MENGALAMI ANEMIA DI MA DARUL IMAD KECAMATAN  TATAH MAKMUR KABUPATEN BANJAR  TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Mukhtar, Mukhtar</dc:creator>
	<dc:creator>Rusmilawaty, Rusmilawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Yuniarti, Yuniarti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Remaja putri mudah terserang anemia karena lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit, dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan zat besi tidak terpenuhi. Remaja purti biasanya ingin tampil langsing sehingga membatasi asupan makanan. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi, khususnya melalui feses (tinja). Remaja putri mengalami haid tiap bulan, dimana kehilangan zat besi 1,3 mg perhari, sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada pria.Penelitian ini bertujuan mengetahui efek suplementasi tablet fe + vitamin c dan obat cacing terhadap perubahan kadar haemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar tahun 2013.Rancangan penelitian ini adalah Quasi eksprimen untuk melihat efek suplementasi tablet Fe + vitamin C dan obat cacing terhadap perubahan kadar haemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia. Populasi penelitian adalah remaja putri yang mengalami anemia di MA Darul Imad Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2012. Sampel berjumlah 50 orang dan dibagi dalam 2 kelompok perlakuan (kelompok suplemen tablet Fe + vitamin C dan kelompok suplemen tablet Fe + obat cacing). Analisa menggunakan uji statistik t Test dan paired independent sampel t testHasil ditemukan adanya perbedaan kadar haemoglobin pada kelompok perlakuan I ( Fe dan Vit C), p = 0,032 dan tidak ada perbedaan rata-rata kadar haemoglobin pada pelakuan II ( Fe dan obat cacing), p = 0,525. Kelompok perlakuan I mengalami peningkatan kadar Hb sebesar 0,5 gr/dl sedangkan pada kelompok perlakuan II mengalami peningkatan kadar Hb sebesar 0,2 gr/dl.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/6</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.6</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/6/7</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/6/19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/7</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:45Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BIDAN DI DESA DALAM PEMANFAATAN PARTOGRAF DI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Yuliastuti, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Rafidah, Rafidah</dc:creator>
	<dc:creator>Hapisah, Hapisah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Partograf sebagai alat bantu dalam pemantauan kemajuan persalinan merupakan standar dalam memberikan asuhan persalinan dan dapat digunakan untuk mencegah terjadinya keterlambatan penanganan. Hasil studi pendahuluan pada lima wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Banjar menunjukkan 50% bidan di desa belum memanfaatkan partograf secara rutin dengan alasan pencatatan partograf rumit dan memerlukan waktu yang lama dalam pemantauannya, serta bukan menjadi masalah saat supervisi karena hanya sebagai pelengkap data persalinan. Deteksi penyulit persalinan sudah dapat dilakukan dengan pengalaman menolong atau feeling sehingga menganggap penggunaan partograf hanya membuang-buang waktu saja dan juga tidak berpengaruh pada tugas serta karir mereka Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh dengan kepatuhan bidan di desa dalam pemanfaatan partograf.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas adalah pendidikan, pengetahuan dan persepsi supervisi. Variabel terikat yaitu kepatuhan bidan di desa dalam pemanfaatan partograf. Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur. Populasi penelitian adalah seluruh bidan desa di Kabupaten Banjar berjumlah 251 orang. Responden sejumlah 70 orang dipilih secara purposive dan proporsional terhadap jumlah bidan di tiap Puskesmas. Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Chi Square.Hasil penelitian didapatkan pendidikan responden sebagian besar berpendidikan profesional berjumlah 55 orang (78,6%). Pengetahuan responden sebagian termasuk kategori kurang berjumlah 32 orang (45,7%). Responden sebagian besar memiliki persepsi kurang terhadap supervisi berjumlah 50 orang (71,4%) dan sebagian patuh menggunakan partograf berjumlah 50 orang (50%). Tidak ada pengaruh pendidikan dengan kepatuhan p=0,56, ada pengaruh pengetahuan dengan kepatuhan p=0,001 dan tidak ada pengaruh persepsi supervisi dengan kepatuhan p=0,79.Disimpulkan bahwa faktor pengetahuan berpengaruh terhadap kepatuhan bidan di desa dalam pemanfaatan partograf. Kata Kunci : Kepatuhan, Bidan Desa, Partograf</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/7/8</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/7/20</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/8</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:52Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBEDAAN ANGKA RATA-RATA KARIES GIGI ANTARA MASYARAKAT BALI VEGETARIAN DAN NONVEGETARIAN DI DESA BASARANG JAYA KABUPATEN  KAPUAS</dc:title>
	<dc:creator>Said, Fahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Ida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perbedaan pola makan vegetarian dan nonvegetarian terletak pada ada tidaknya asupan makanan hewani dan proporsi asupan makanan nabati. Pola makan yang menyangkut jenis atau bahan makanan, selain dapat mempengaruhi kesehatan umum dapat pula mempengaruhi tingkat kebersihan gigi dan mulut, salah satunya adalah dapat mempercepat terjadinya proses gigi berlubang. Vegetarian adalah orang yang hanya mengkonsumsi produk nabati dan berpantang daging. Vegetarian yang berpantang daging harus mencukupi kebutuhan protein dari produk nabati seperti kacang-kacangan, buah, sayur kaya protein, kalsium, dan vitamin. Alasan agama atau spiritual mendorong berkembangnya pola makan vegetarian, salah satunya di kalangan umat beragama Buddha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata angka karies gigi  antara masyarakat Bali vegetarian dan nonvegetarian di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Manfaat Diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam hal perencanaan program kesehatan gigi, khususnya masalah  gigi berlubang.Penelitian ini dilakukan di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas, jenis  penelitian  deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel sebab akibat yang terjadi pada objek penelitian diukur untuk dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan). Populasi penelitian berjumlah 1575 orang dengan sampel berjumlah 38 orang, 19 orang masyarakat Bali vegetarian dan 19 orang nonvegetarian.   Hasil penelitian menunjukkan angka rata-rata karies gigi mesyarakat Bali vegetarian sebesar 7,32, sedangkan angka rata-rata karies gigi masyarakat Bali nonvegetarian sebesar 5,47 pada equal variance assumed adalah 0,376 dengan probabilitas signifikansi  0,376˃0,05 sehingga tidak ada perbedaan angka rata-rata karies gigi masyarakat vegetarian dan nonvegetarian.   Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan angka rata-rata karies masyarakat Bali vegetarian dan nonvegetarian. Karies disebabkan oleh banyak faktor, seperti gigi, saliva, bakteri, substrat dan waktu, meskipun dengan pola makan vegetarian yang lebih banyak mengkonsumsi asupan makanan nabati dapat mengurangi kejadian karies namun bila mengabaikan faktor lain maka angka rata-rata kariespun tidak berbeda dengan yang pola makannya nonvegetarian. Kata Kunci : Karies, Vegetarian, Nonvegetarian</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8/9</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8/21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/9</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN  TINGKAT KEHADIRAN IBU MENIMBANG ANAK BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALALAK TENGAH DAN PUSKESMAS S. PARMAN KOTA BANJARMASIN</dc:title>
	<dc:creator>Aprianti, Aprianti</dc:creator>
	<dc:creator>Farhat, Yasir</dc:creator>
	<dc:creator>Rijanti, Rijanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peran-serta masyarakat mempunyai peranan penting dalam keberhasilan pembangunan, termasuk pembangunan kesehatan. Posyandu merupakan wujud nyata peran serta mereka dalam pembangunan kesehatan. Lima program prioritas posyandu : KB, KIA, Gizi, Imunisasi, dan Penanggulangan Diare, terbukti mempunyai daya ungkit besar terhadap penurunan angka kematian bayi.Tujuan penelitian adalah mengetahui  Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kehadiran ibu menimbang anak balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Tengah dan Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin.Jenis Penelitian observasional  analitik dan pendekatan cross sectional, sedangkan tempat penelitian di posyandu-posyandu wilayah kerja Puskesmas Alalak Tengah  dan Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. Sampel  penelitian adalah sebagian ibu-ibu yang memiliki anak balita yang hadir menimbang di posyandu wilayah kerja Puskesmas Alalak Tengah  dan Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pengetahuan dengan tingkat kehadiran ibu menimbang anak balita.Hendaknya lebih meningkatkan lagi keaktifannya dan perlunya dukungan yang lebih lagi dari pihak Puskesmas terhadap ibu-ibu agar lebih rajin seperti sering hadir setiap kegiatan posyandu. Kata Kunci      : Tingkat kehadiran, posyandu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/9/10</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/9/22</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/10</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PEMBUATAN YOGHURT DARI BERBAGAI JENIS SUSU DAN INKUBASI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU DAN DAYA TERIMA</dc:title>
	<dc:creator>Syainah, Ermina</dc:creator>
	<dc:creator>Novita, Sari</dc:creator>
	<dc:creator>yanti, Rusmini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Yoghurt merupakan salah satu produk fermentasi susu dengan bantuan bakteri asam laktat (BAL). Menurut Astawan (2008) yoghurt mempunyai banyak manfaat bagi tubuh antara lain mengatur saluran pencernaan, antidiare, antikanker, meningkatkan pertumbuhan, membantu penderita lactose intolerance dan mengatur kadar kolesterol dalam darah. Karakteristik yoghurt seperti rasa yang asam dan tekstur yang kental menjadikan beberapa orang tidak menyukainya. Diperlukan adanya diversifikasi dalam pembuatan yoghurt, yaitu dengan membuat produk yoghurt yang tidak terlalu asam dengan menghentikan waktu fermentasi pada tingkat keasaman yang diinginkan dan tekstur yang tidak kental (encer) sehingga mudah untuk diminum yang biasa disebut drink yoghurt.  Tujuan penelitian ini adalah mengkaji berbagai jenis susu dan tempat inkubasi dalam pembuatan yoghurt terhadap mutu dan daya terima. Penelitian bersifat eksperimen dengan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial.Hasil dari penelitian yaitu kadar asam laktat yang tertinggi terdapat pada perlakuan jenis susu skim dan penyimpanan pada suhu kamar. Kadar protein yang tertinggi terdapat pada perlakuan jenis susu segar yaitu pada penyimpanan suhu kamar dan suhu inkubator. Tidak terdapat pengaruh jenis susu terhadap daya terima warna, aroma, kekentalan pada yoghurt yang diinkubasi pada suhu kamar sedangkan terhadap rasa yoghurt terdapat pengaruh. Tidak terdapat pengaruh jenis susu terhadap daya terima warna, aroma, kekentalan dan rasa pada yoghurt yang diinkubasi pada suhu inkubator. Terdapat perbedaan yang nyata warna yoghurt yang diinkubasi pada suhu kamar dan suhu incubator pada semua jenis susu. Terdapat perbedaan yang nyata warna yoghurt yang diinkubasi pada suhu kamar dan suhu inkubator pada susu segar sedangkan pada susu skim dan cream tidak terdapat perbedaan yang nyata. Terdapat perbedaan yang nyata kekentalan yoghurt yang diinkubasi pada suhu kamar dan suhu incubator pada semua jenis susu. Terdapat perbedaan yang nyata rasa yoghurt yang diinkubasi pada suhu kamar dan suhu inkubator pada jenis susu segar dan susu skim sedangkan pada susu cream tidak terdapat perbedaan yang nyata.Kata kunci : Yoghurt, susu murni (susu segar), susu skim, susu full cream</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/10</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/10/11</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/10/23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/11</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KONSUMSI SUSU SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI DI PUSKESMAS S. PARMAN KOTA BANJARMASIN</dc:title>
	<dc:creator>Anwar, Rosihan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007 prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7%. Prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran termasuk kasus yang sedang minum obat, secara nasional adalah 32,2%. Prevalensi tertinggi ditemukan di Provinsi Kalimantan Selatan 39,6% sedangkan terendah di Papua Barat 20,1%. Penyandang hipertensi  essensial yang berobat ke puskesmas adalah 78.805 orang atau sekitar 19,8 % dari penduduk yang berumur 20-75 tahun. Tujuan penelitian mengetahui hubungan konsumsi buah dan sayur serta konsumsi susu dengan kejadian hipertensi di Puskesmas S. Parman. Penelitian analitik dengan rancangan case control  dengan matching variabel umur dan jenis kelamin dengan perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:2. Kasus adalah penyandang hipertensi yang baru terdiagnosis sebagai penyandang hipertensi pada saat berobat pertama kali di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin, sedangkan kontrol adalah penyandang rawat jalan selain hipertensi. Variabel  terikat adalah  kejadian hipertensi sedangkan variabel bebas adalah konsumsi buah dan sayur serta konsumsi susu. Jumlah sampel sebanyak 156 orang yang terdiri kasus 52 orang dan kontrol 2 x 52 yaitu 104 orang. Hasilnya ada hubungan pola makan berdasarkan konsumsi buah dan sayur (p=0,000) serta konsumsi susu (p=0,004) terhadap kejadian hipertensi. Pola makan berdasarkan konsumsi konsumsi buah dan sayur yang cukup (OR=5,30) dan konsumsi susu yang kurang (OR=3,72) merupakan faktor risiko terhadap kejadian hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, konsumsi buah dan sayur, konsumsi susu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/11/12</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/11/24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/12</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:42Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI TENTANG DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN  DEPRESI   PADA NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK MARTAPURA KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Suroto, Suroto</dc:creator>
	<dc:creator>Firdaus, Syamsul</dc:creator>
	<dc:creator>Rizani, Khairir</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelayanan kesehatan pada anak sama seperti orang dewasa, yakni mencakup kesehatan fisik, psikososial dan spiritual. Anak-anak yang berstatus narapidana tentu lebih rentan dan mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan psikososial, karena anak terpisah dari lingkungan keluarga dan lingkungan teman sebayanya. Masalah psikososial merupakan suatu keadaan yang mengindikasikan individu mengalami suatu perubahan emosional yg dapat  berkembang menjadi patologis (gangguan jiwa)  apabila terus berlanjut. Hasil Riskedas tahun 2007 menunjukkan bahwa di Kalimantan Selatan terdapat masalah psikososial sebesar 11,3 %, hampir sama dengan prevalensi nasional yaitu 11,6 %.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang dukungan keluarga terhadap kejadian  depresi pada narapidana anak di lembaga pemasyarakatan Martapura Kab Banjar Prov Kalimantan Selatan. Jenis penelitian Kuantitatif dan desainnya  adalah  “Cross Sectional”. Sampel penelitian adalah seluruh anak yang berstatus sebagai terpidana yang berada di Lapas Martapura Kabupaten Banjar, dengan teknik sampling “ total sampling”. Pengumpulan data dilakukan kuesioner A untuk karakteristik anak dan dukungan keluarga, sedangkan kuesioner B untuk pengukuran depresi dengan instrument Beck Depression Inventory (BDI).  Analisis data dilakukan dengan análisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai p = 0,7 &amp;gt;  α = 0,05 , maka ho diterima, jadi tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan  tingkat depresi pada narpidana anak. Kejadian  dipresi yang terjadi pada naripidana anak ditentukan oleh factor lain. Hal tersebut  akan dapat  dijadikan dasar  bagi Lapas, perawat, institusi pendidikan dan Kemenkes serta KemenKum dan Ham  dalam peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan jiwa bagi napi anak. Key word : Psikosial narapidana anak</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/12/13</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/12/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/13</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:42Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA KLIEN REHABILITASI NARKOBA DI POLI NAPZA RSJ SAMBANG LIHUM</dc:title>
	<dc:creator>Kholik, Syaifullah</dc:creator>
	<dc:creator>Mariana, Evi Risa</dc:creator>
	<dc:creator>Zainab, Zainab</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Narkoba adalah suatu zat yang apabila pemakaiannya disalahgunakan akan dapat menimbulkan ketergantungan  dan  berbagai masalah kesehatan. Angka penyalahgunaan narkoba dewasa ini semakin hari cenderung meningkat. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab seseorang menjadi penyalahguna narkoba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba pada klien rehabilitasi narkoba di Poli Napza RSJ Sambang Lihum. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jenis deskriptif. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah penyalahgunaan narkoba sedangkan variabel indevendent adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien rehabilitasi narkoba di Poli Napza RSJ Sambang Lihum tahun 2012 yang berjumlah 373 orang. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling selama 1 bulan yaitu  dari tanggal 17 Juli  s/d tanggal 17 Agustus 2013, sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup yang dikumpulkan dari responden. Analisis  data   disajikan secara deskriptif dengan menggunakan tabel  distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba yaitu faktor ketidaktahuan sebanyak 80% atau sangat mempegaruhi, faktor stres psikologis sebanyak 48 % atau cukup mempengaruhi, faktor coba-coba sebanyak 78 % atau sangat mempengaruhi, faktor pergaulan sebanyak 72 % atau sangat mempengaruhi, faktor gaya hidup sebanyak 18 % atau tidak mempengaruhi dan faktor kurang percaya diri sebanyak 34 % atau cukup mempengaruhi. Kata Kunci : Faktor-Faktor, Penyalahgunaan, Narkoba</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i1.13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/13/14</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/13/26</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/14</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LARUTAN MADU DENGAN KONSENTRASI 15% TERHADAP PENURUNAN SKOR GINGIVITIS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 MARTAPURA</dc:title>
	<dc:creator>Habibah, Siti Sab`atul</dc:creator>
	<dc:creator>Danan, Danan</dc:creator>
	<dc:creator>Salamah, Siti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prevalensi gingivitis yang terjadi pada anak usia 3 tahun dibawah 5%, sedangkan pada usia 6 tahun 50% dan angka yang tertinggi adalah 90% pada anak dengan usia diatas 10 tahun3. Bakteri yang ditemukan pada gingivitis yaitu Steptococcus sanguins, Streptococcus mitis, Streptococcus intermedius, Eikenella corrodens, Fusobacterium nucleatum, Streptococcus oralis,  Actinomyces viscosus, Actinomyces naeslundii dan Peptostreptococcus 8.Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan madu dengan konsentrasi 15% terhadap penurunan skor  gingivitis pada siswa SMPN 4 Martapura.Metode penelitian dengan desain eksperimen semu  yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (eksperiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat adanya perlakuan tertentu.Hasil penelitian Dari hasil analisis didapatkan  standar deviasi 0.426. Hasil uji statistik didapatkan nilai P= 0,000 &amp;lt; α (0,05), sehingga Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh  yang signifikan kumur-kumur larutan madu dengan konsentrasi 15% terhadap penurunan skor gingivitis pada siswa SMPN 4 Martapura.Untuk mencegah terjadinya gingivitis dapat dilakukan  upaya yang dengan  menyikat gigi 2 kali sehari setiap hari dan lakukanlah kumur-kumur dengan bahan yang mengandung anti bakteri contohnya dengan larutan madu dengan konsentrsi 15%. Kata kunci : Gingivitis, Larutan madu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/14</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/14/27</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/14/36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/15</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:41:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INDEKS DEF-T PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK SEKOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Hidayati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Naning K</dc:creator>
	<dc:creator>Amperawati, Metty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karies gigi adalah suatu proses kerusakan yang terbatas pada jaringan keras gigi dimulai dari lapisan email, dentin dan menjalar ke pulpa. Di Indonesia, kejadian karies pada anak pra sekolah usia 4-5 tahun sebesar 90,5% di perkotaan dan 95,9% di pedesaan dan 90% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies.Penelitian ini bersifat deskriptif,  untuk melihat indeks def-t pada Anak Taman Kanak-Kanak Se Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Populasi dan sampel penelitian adalah populasi adalah seluruh Anak Taman Kanak-Kanak Se Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan.  Sampel penelitian diambil tiap kecamatan 1 TK, sedangkan teknik pengambilan sampel adalah secara stratified sampling. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian dibuat dalam bentuk tabel dan distribusi frekuensi.Diketahui d (decay)  rata-rata Pada Anak Taman Kanak-Kanak Se Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan adalah 6,99 gigi, e (ekstrasi) rata-rata  adalah 1,42 gigi, f (filling) rata-rata adalah 0,1 gigi, indeks def-t  rata-rata adalah 8,51 gigiDisarankan diharapkan para orang tua meningkatkan tentang cara memelihara kesehatan gigi dan mulut anak-anak mereka, supaya dapat memberi arahan pada anak-anak agar dapat memelihara kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar karena pada usia 5-6 tahun biasanya sangat rentan diserang penyakit gigi dan mulut. Kata kunci : Indeks def-t, anak TK Banjarbaru </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/15</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/15/28</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/15/37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/16</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:36Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SINDROM METABOLIK PADA PENDERITA RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN</dc:title>
	<dc:creator>Magdalena, Magdalena</dc:creator>
	<dc:creator>Mahpolah, Mahpolah</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Alfian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sindrom metabolik adalah kumpulan gejala klinis meliputi rendahnya  kadar HDL-kolesterol, tingginya trigleserida, meningkatnya gula darah, meningkatnya tekanan darah dan abdomen obesitas. Diagnosis sindrom metabolik  ditegakkan jika didapatkan lebih atau sama dengan tiga gejala tersebut1.  Prevalensi sindrom metabolik pada populasi  dewasa yang terjadi di eropa saat ini dilaporkan sekitar 15 %2, di Korea Selatan 14,2 %3, di Amerika menyebutkan 24 % mengalami sindrom metabolik4. Sementara di Indonesia  sebanyak 23,34 % dari total populasi  mengalami sindrom metabolik, 26,2 % pada laki-laki dan 21,4 % perempuan5. Salah satu faktor seseorang panjang umur adalah keturunan. Genetik memegang peranan 50 persen terhadap munculnya sindrom metabolik6. Kegemukan dapat menyebabkan resiko untuk penderita penyakit kronis, seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit kanker dan dapat memperpendek harapan hidup7. Gaya hidup yang kurang menggunakan aktifitas fisik tersebut untuk membakar kalori dalam tubuh. Bila pemasukan kalori berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktifitas fisik yang seimbang akan memudahkan seseorang menjadi gemuk8.Penelitian ini  di laksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam dan Poliklinik Endokrin RSUD Ulin Banjarmasin. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian diskriftif analitik dengan menggunakan desain cross sectional studi.Jenis data yang di kumpulkan adalah karakteristik responden, diagnose syndrome metabolic, tingkat aktivitas dan tingkat konsumsi. Jumlah sampel 71 orang, pengolahan data menggunakan chi squer (p&amp;gt; 0,05).Hasil penelitian ini adalah  Identitas responden adalah :Jenis kelamin responden yang paling banyak adalah perempuan, yaitu 60,6%,  responden yang mengalami sindrom metabolik yang terbanyak adalah 73,2% ,tingkat pendidikan responden yang terbanyak adalah SMU yaitu 40,8%. tingkat konsumsi energi responden yang paling banyak adalah kategori   deficit, yaitu 62 %, tingkat aktivitas . responden paling banyak adalah sedang, yaitu 56,3% Tidak ada hubungan antara genetik, tingkat konsumsi dan tingkat aktivitas. Kata kunci  : genetik, tingkat aktivitas, tingkat konsumsi, sindrom metabolik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/16</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/16/29</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/16/38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/17</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:34Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KANDUNGAN ASAM LAKTAT, MUTU ORGANOLEPTIK,  DAN KELAYAKAN FINANSIAL MINUMAN PROBIOTIK NANAS  DENGAN PEMBERIAN JENIS INOKULUM YANG BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Andrestian, Meilla Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Zulfiana</dc:creator>
	<dc:creator>Sajiman, Sajiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total asam dan mutu organoleptik dengan pemberian inokulum yang berbeda.  Secara khusus penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kadar asam laktat pada minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan Lactobacillus bulgaricus dan minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan produk yoghurt, menganalisis perbedaan kandungan asam laktat minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda, dan menganalisis perbedaan mutu organoleptik minuman probiotik nanas  yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kadar asam laktat pada minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan Lactobacillus bulgaricus adalah sebesar 1,07%, sedangkan kadar asam laktat pada minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan produk yoghurt adalah sebesar 0,48%.  Terdapat perbedaan yang nyata pada kandungan asam laktat minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda (p=0,000, α=0,01).  Terdapat perbedaan yang nyata (α=0,05) pada mutu organoleptik aroma dan rasa minuman probiotik nanas yang diinokulasi dengan inokulum berbeda, namun tidak ada perbedaan yang nyata (α=0,05) pada mutu organoleptik warna dan kekentalan minuman probiotik nanas  yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda. Kedua produk disukai oleh panelis.  Biaya produksi minuman probiotik nanas adalah sebesar Rp 3.431,50/kemasan dengan harga jual Rp 6.000,00.  Nilai B/C Ratio 1,75, sehingga usaha produksi minuman probiotik nanas ini layak diusahakan.  Kata kunci:asam laktat, minuman probiotik, nanas, Lactobacillus bulgaricus, inokulum </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/17</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/17/30</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/17/39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/18</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:33Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI  KONVERSI SATUAN  UKURAN RUMAH TANGGA KE DALAM  BERAT (GRAM ) PADA BEBERAPA JENIS MAKANAN TRADISIONAL HASIL OLAHAN MASYARAKAT  BANJAR DI BANJARMASIN</dc:title>
	<dc:creator>Nurhamidi, Nurhamidi</dc:creator>
	<dc:creator>Netty, Netty</dc:creator>
	<dc:creator>Fathurrahman, Fathurrahman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melengkapi informasi satuan  dari jenis makanan dalam  ukuran rumah tangga Adapun tujuan khususnya adalah                             1). Mengidentifikasi   makanan tradisional hasil olahan masyarakat Banjar dan satuan Ukuran Rumah Tangga yang telah  terdapat dalam Daftar ukuran rumah tangga                      2).Mengkonversi Ukuran Rumah Tangga  ke dalam satuan berat (gram) pada beberapa jenis pangan yang telah terdapat dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan namun belum terdapat dalam Daftar Ukuran Rumah Tangga 3).Mengetahui ukuran fisik yang tepat (panjang, lebar, tebal, dan diameter) dari Ukuran Rumah Tangga  pada beberapa jenis pangan yang telah terdapat dalam Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)  namun belum terdapat dalam Daftar Ukuran Rumah Tangga. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2013. Pengukuran dan peninbangan makanan tradisional Banjar yang diteliti dilakukan beberapa tempat pasar tradisonal, warung dan depot makanan. Data yang diiperoleh data primer dan sekunder data primer jenis ukuran makanan tradisional masakan banjar dan kudapan seperti soto Banjar, ketupat Kandangan, pundut nasi, putri selat, sari muka, cucur, laksa dan lain lain. Hasil identifikasi dari studi pustaka diperoleh data sekunder yang menunjukkan bahwa jumlah makanan tradisional; yang sudah teridentifikasi dalam DKBM hanya kurang dari 4.05 % dari 534 jenis pangan yang sudah terdaftar didalam DKBM menurut DKBM Terbitan Departemen Kesehatan dan DKBM terbitan Persagi dan hasil penelitian Handayani. Dan ukuran rumah tangga yang paling lazim digunakan untuk menyajikan dan mengukur makanan khas Banjar adalah piring, mangkok, sendok, gelas, potong, lebar, tebal, diameter,  bungkus dan ikat.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/18</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/18/31</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/18/40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/19</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:31Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN  DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KETAATAN POLA MAKAN PENDERITA DIABETES MELLITUS  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI BESAR BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>Rizani, Khairir</dc:creator>
	<dc:creator>Suroto, Suroto</dc:creator>
	<dc:creator>Rizani, Akhmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes Melitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan intoleren glukosa. Penyakit ini dapat dikelola dengan menyesuaikan perencanaan makanan , kegiatan jasmani dan pengobatan yang sesuai dengan konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia dan perlunya diadakan pendekatan individual bagi edukasi diabetes, yang dikenal dengan Pentalogi Terapi DM meliputi:  Diet/pengaturan makan, latihan fisik, penyuluhan kesehatan masyarakat, obat hipoglikemi dan cangkok pangkreas. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeratif kronik yang dapat dikendalikan dan keberhasilan pengobatan salah satunya adalah ketaatan dalam pola makan. Ketaatan penderita DM dalam pola makan perlu dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan ketaatan pola makan penderita DM. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional . Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sei Besar Banjarbaru. Teknik sampling yang dipergunakan adalah accidental sampling..  Analisis data dengan menggunakan spearman Rank dengan taraf signifikasi α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p = 0,003 &amp;lt; α = 0,05, maka ho ditolak, jadi ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan ketaatan pola makan penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sei Besar Banjarbaru. Diharapkan bagi penderita untuk senantiasa meningkatkan ketaatan dalam program pengobatan dan pengelolaan diit (pola makan) sehingga glukosa darah bisa terkontrol dan dapat dipertahankan dalam batas yang normalKata Kunci : Dukungan Keluarga dan Ketaatan Pola Makan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/19</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.19</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/19/32</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/19/41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/20</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:30Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINGKAT NYERI NEONATUS YANG DIBERIKAN IMUNISASI DI PUSKESMAS BANJARBARU TAHUN 2013</dc:title>
	<dc:creator>Marlinda, Evy</dc:creator>
	<dc:creator>Firdaus, Syamsul</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmadi, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perawatan neonatus, bayi dan balita di rumah sakit akan menimbulkan dampak hospitalisasi bagi anak. Stresor  berupa tindakan invasif seringkali dirasakan neonatus.  Salah satu tindakan untuk mengurangi nyeri adalah dengan pemberian analgetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat nyeri neonatus yang mendapatkan imunisasi di Puskesmas Banjarbaru. Penelitian dengan rancangan deskriptif ini untuk menggambarkan tingkat nyeri pada neonatus yang diberikan imunisasi di Puskesmas Banjarbaru berdasarkan denyut jantung dan saturasi oksigen. Populasi adalah neonatus yang mendapatkan imunisasi di Puskesmas Banjarbaru. Sampel diambil menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria berat badan lahir &amp;gt; 2500 gram, menerima imunisasi pertama kali (Hepatitis B 0 atau BCG), imunisasi dilakukan di Puskesmas Banjarbaru dengan jumlah sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan secara langsung kepada anak yang diberikan imunisasi menggunakan alat bantu pulse oxymetri  dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.Pada penelitian ini disimpulkan bahwa klasifikasi nyeri yang dialami neonatus yang diberikan imunisasi pertama kali di Puskesmas Banjarbaru berdasarkan saturasi oksigen sebagian besar pada kategori nyeri ringan yaitu sebanyak 16 orang (53,33%) dan berdasarkan denyut jantung sebagian besar pada kategori nyeri sedang yaitu sebanyak 20 orang (60 %)Diperlukan adanya variabel tambahan untuk mengkaji nyeri (secara fisiologis maupun perilaku bayi) agar lebih mudah dalam mengklasifikasikan tingkat nyeri dan perlunya penelitian lanjutan tentang penggunaan dekstrosa/ sukrosa untuk mengurangi efek nyeri akibat pelaksanaan imunisasi pada responden yang lebih banyak. Kata kunci : imunisasi, skala nyeri, denyut jantung, saturasi oksigen</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/20</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/20/33</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/20/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/21</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:29Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KORELASI PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>Mulyani, Yeni</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Zaenal</dc:creator>
	<dc:creator>Marwansyah, Marwansyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit degeneratif yang paling banyak menimbulkan kematian adalah penyakit kardiovaskuler menduduki urutan pertama penyebab kematian di Indonesia. Hampir 25% dari seluruh kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini. Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian karena gangguan kardiovaskuler terdapat pada 14% penduduk Indonesia. Banyak faktor risiko yang menimbulkan hipertensi diantaranya kebiasaan atau gaya hidup seperti merokok, minum alkohol, makanan berlemak. Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ingin mengetahui korelasi antara  perilaku merokok dengan derajat hipertensi pada penderita Hipertensi di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Banjarbaru.Penelitian  merupakan penelitian korelasional, dengan rancangan Crossectional .Variabel penelitian ini adalah perilaku merokok dan derajat Hipertensi. Subjek penelitian penderita hipertensi yang berobat di Puskesmas wilayah kerja Dinkes Banjarbaru yang memenuhi kriteria yaitu terdiagnosis Hipertensi setelah dilakukan pengukuran tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau  diastolic ≥90 mmHg, berusia di atas 21-50 tahun. Sampling menggunakan teknik aksidental sampling. Pengumpulan data  untuk mengukur perilaku merokok   menggunakan Kuesioner sedangkan derajat hipertensi dilakukan  melalui pengukuran biofisiologis. Data dianalisis secara deskriptif analitik. Data univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi sedangkan  data bivariat menggunakan uji Chi SquareHasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada penderita Hipertensi di Puskesmas wilayah kerja Dinkes Banjarbaru menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kategori tidak merokok 62,35% dengan derajat hipertensi sebagian besar dalam kategori sedang (Tekanan Darah antara 160-179 untuk Sistole dan  100-109 untuk Diastole) yaitu 47,06%. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan peningkatan derajat hipertensi.Diperlukan sosialisasi tentang gejala, faktor resiko, pengobatan hipertensi  dan pencegahan komplikasi melalui media cetak maupun elektronik kepada masyarakat khususnya di wilayah kerja Dinkes Banjarbaru.Kata Kunci: Perilaku Merokok, Derajat Hipertensi </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/21</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/21/34</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/21/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/22</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:27Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI DESKRIPTIF PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PASUNG PADA KLIEN GANGGUAN JIWA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DI DESA SUNGAI ARPAT KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR</dc:title>
	<dc:creator>Syarniah, Syarniah</dc:creator>
	<dc:creator>Rizani, Akhmad</dc:creator>
	<dc:creator>Sirait, Elprida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gangguan kesehatan jiwa memberikan dampak sosial yang cukup serius seperti penolakan, pengucilan dan diskriminasi, salah satunya dalam bentuk pemasungan atau pasung. Data Riskesdas tahun 2013 kasus pasung terjadi lebih banyak di daerah pedesaan yaitu sebanyak 18,2% bila dibandingkan dengan di daerah perkotaan. Data  di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan bahwa sepanjang tahun 2013 terdapat 49 kasus pemasungan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, salah satunya terdapat di Desa Sungai Arafat Karang Intan. Hal ini belum sejalan dengan program pemerintah untuk menuju Indonesia bebas pasung tahun 2014. Oleh karena itu perlu peran aktif keluarga maupun masyarakat dalam penanganan masalah ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pasung pada klien gangguan jiwa di Desa Sungai Arpat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang tercatat sebagai warga desa Sungai Arpat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar yang berjumlah 351 KK dengan besar sampel 187 KK. Teknik sampling adalah teknik snowball sampling dengan media kuesionser. Analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan  persepsi masyarakat tentang pasung pada klien gangguan jiwadi Desa Sungai Arpat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar pada kategori tidak mendukung 47 orang (32%), kurang mendukung  95 orang (64,6%), dan  mendukung  5 orang (3,4%). Berdasarkan usia masyarakat yang berusia  ≤ 20 tahun paling  banyak mempunyai persepsi  kurang mendukung 5 orang (83,3 %), masyarakat yang berusia 21-55 tahun  paling banyak mempunyai persepsi kurang mendukung sebanyak 63 orang (61,2 %), dan masyarakat yang berusia  &amp;gt; 55 tahun paling banyak juga mempunyai persepsi kurang mendukung sebanyak 27 orang (71,1 %). Berdasarkan jenis kelamin masyarakat dengan jenis kelamin laki-laki mempunyai persepsi kurang mendukung  sebesar 68 orang (58,1 %), dan jenis kelamin perempuan paling banyak mempunyai persepsi kurang mendukung sebanyak 27 orang (90 %). Berdasarkan pendidikan masyarakat dengan pendidikan tidak sekolah sampai SMA paling banyak mempunyai persepsi kurang mendukung, dan masyarakat dengan pendidikan perguruan  tinggi paling banyak mempunyai persepsi tidak mendukung 8 orang (72,7 %). Berdasarkan pekerjaan masyarakat yang tidak bekerja paling banyak mempunyai persepsi kurang mendukung sebanyak 28 orang (80 %), pekerjaan sebagai swasta paling banyak mempunyai persepsi kurang mendukung sebanyak 65 orang (63,1 %0, dan pekerjaan sebagai PNS paling banyak mempunyai pesepsi tidak mendukung sebanyak 7 orang (77,8 %).Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki persepsi masyarakat  yang masih kurang mendukung tindakan pasung dengan cara mengoptimalkan pemberian informasi melalui penyuluhan kesehatan yang berkaitan dengan penanganan klien gangguan jiwa di masyarakat.                                                                                            Kata kunci       : persepsi, pasung, gangguan jiwa, masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/22</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/22/35</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/22/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/23</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:26Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH ROKOK TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI RSUD BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>Mahdalena, Mahdalena</dc:creator>
	<dc:creator>P Ningsih, Endang Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Noor, Sugian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Wanita hamil yang merokok atau terpapar asap rokok (perokok pasif), berisiko lebih besar mengalami keguguran atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan mudah terinfeksi. Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru tercatat jumlah ibu yang melahirkan pada tahun 2012  sebanyak 512 ibu dengan kasus BBLR sebanyak 103 bayi. Dari ibu hamil yang pernah melahirkan BBLR ada suami atau anggota keluarga yang merokok di rumah atau perokok pasif (80%).Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap  berat badan lahir dari ibu hamil perokok aktif, perokok pasif dan tidak perokok di RSUD Banjarbaru. Metode observasional dengan rancangan penelitian retrospektif digunakan.Tempat penelitian di RSUD Banjarbaru, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perokokpasif yaitu 42 orang (67,4%) ada juga perokok aktif sebanyak 3 orang (3,4%). Berat badan lahir bayi yang dilahirkan di RSUD Banjarbaru pada bulan September 2013 sebagian besar normal yaitu 52 orang (77,6%) tetapi masih ada yang berat badan lahir kurang sebanyak 12 orang (17,9%) Analisa bivariat menggunakan uji statistic Kruskal Wallis dengan taraf signifikasi α 0,05 ternyata tidak ada pengaruh rokok terhadap berat badan lahir dari ibu hamil perokok aktif, perokok pasif maupun tidak perokok. Disarankan bagi ibu hamil untuk menghindari asap rokok. Key word : BBL, kebiasaan merokok</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/23</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v5i2.23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 5 No 2 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/23/45</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/23/46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/24</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:25Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN  GAYA HIDUP DENGAN HIPERTENSI PADA PENGUNJUNG PUSKESMAS TELUK DALAM  BANJARMASIN</dc:title>
	<dc:creator>Yusuf, Alfian</dc:creator>
	<dc:creator>Fathurrahman, Fathurrahman</dc:creator>
	<dc:creator>Magdalena, Magdalena</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi adalah suatu gangguan pada sistem peredaran darah, yaitu apabila tekanan darah pada saat jantung brkontraksi (sistol) sebesar 140 mmHg dan tekanan darah pada saat otot jantung rileks (diastol) sebesar 90 mm Hg. Penyebab hipertensi adalah keturunan, umur, jenis kelamin, kegemukan (makan berlebih), kurang olahraga, stress, konsumsi garam berlebih, pengaruh lain : kafein, merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan. Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan nama penyakit darah tinggi merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80mmHg. Batas tekanan darah yang  masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup mengenai penggunaan garam dan konsumsi kafein dengan hipertensi di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian diskriftif analitik dengan menggunakan desain cross sectional studi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Accidental sampling, jumlah sampel adalah 60 0rang. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan p= 0,05.Hasil penelitian ini adalah : Responden paling banyak adalah jenis kelamin perempuan, yaitu 44 orang (73,33%), umur responden paling banyak berkisar antara 51 – 60 tahun yaitu, 20 orang (33,34%), Tingkat pendidikan responden paling banyak adalah SMU yaitu, 24 orang (40%). Responden hipertensi yang mengkonsumsi garam &amp;gt; 2400 mg/ hari adalah 11 orang (21,6%), dan yang mengkonsumsi garam  &amp;lt; 2400 mg/ hari adalah 8 orang (89%). Responden hipertensi yang mengkonsumsi kafein &amp;gt;100 – 150 mg/hari adalah 3 orang (33%), dan yang mengkonsumsi kafein &amp;lt; 100-150 mg/hari adalah 2 orang (4%) Tidak ada hubungan antara konsumsi garam dengan hipertensi,tidak ada hubungan antara konsumsi kafein dengan hipertensi Kata kunci  : Penggunaan  Garam, Konsumsi Kafein, Hipertensi </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/1-7</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.24</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/1-7/47</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/1-7/59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/25</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:24Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAYA TERIMA DAN KADAR VITAMIN C SARI BUAH KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)   DENGAN PROSES PENGOLAHAN YANG BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Yanti, Rusmini</dc:creator>
	<dc:creator>Novita, Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Syainah, Ermina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengolahan kulit buah sampai saat ini masih berkisar pada manisan kering atau basah, selai, teh, dan dodol, serta pembuatan enzim dan pektin dari kulit buah naga. Warna kulit buah yang menawan dan kandungan gizi yang banyak, kulit buah naga juga dapat dibuat produk sari buah. Warna merah suatu sari buah mengindikasikan adanya kandungan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya terima dan kadar vitamin C sari buah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan proses pengolahan yang berbeda. Sampel adalah kulit buah naga merah yang  diolah menjadi tiga jenis sari buah dengan proses pengolahan yang berbeda yaitu sari buah jernih, sari buah keruh, sari buah pasta. Uji daya terima dilakukan dengan metode hedonic scale dan penentuan kadar vitamin C dengan metode spektrofotometri. Analisis pengaruh daya terima dengan uji Friedmen dan kadar vitamin C dengan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh proses pengolahan terhadap daya terima warna, aroma dan kekentalan sari buah kulit buah naga merah. Terdapat pengaruh proses pengolahan terhadap kadar vitamin C sari buah kulit buah naga merah. Perlu di lakukan penelitian terhadap proporsi gula dan garam serta daya simpan sari buah kulit buah naga merah. Kata kunci : sari buah, kulit buah naga, daya terima, kadar vitamin C.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8-13</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8-13/48</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8-13/60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/26</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:22Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN BAHAN BERBAHAYA FORMALIN, BORAKS ,RHODAMIN B DAN METHALYN YELLOW PADA  PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>Sajiman, Sajiman</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhamidi, Nurhamidi</dc:creator>
	<dc:creator>Mahpolah, Mahpolah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pangan jajanan bermanfaat terhadap penganekaragaman makanan dalam rangka peningkatan mutu gizi makanan yang dikonsumsi. Makanan jajanan memberikan kontribusi masing-masing sebesar 22,9%, dan 15,9% terhadap keseluruhan asupan energi dan protein anak sekolah dasar (Rahmi AA dan Muis SF, 2005). Namun demikian, keamanan jajanan tersebut baik dari segi mikrobiologis maupun kimiawi masih dipertanyakan.Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan Survei, penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar (SD) diwilayah Kota Banjarbaru. Populasi adalah pangan jajan  yang dijual oleh penjaja di lingkungan  SD di wilayah kota Banjarbaru. Sampel adalah pangan jajanan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan berdasarkan uji kimia yang akan dilakukan. Data dikumpulkan dengan melakukan pemeriksaan secara laboraturium terhadap sampel pangan jajanan yang telah dikumpulkan.Hasil pemeriksaan terhadap sampel tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya (Formalin, Boraks, Rodhamin B dan Methalyn Yellow) pada makanan jajanan yang dijual dilingkungan Sekolah Dasar di Kota Banjarbaru. Kata Kunci : Formalin, Boraks, Rodhamin B dan Methalyn Yellow</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/14-19</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.26</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/14-19/49</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/14-19/61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/27</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:21Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP  PERUBAHAN POLA MAKAN DAN BERAT BADAN  ANAK  YANG MENGALAMI MASALAH GIZI   (DI TAMAN KANAK-KANAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU TAHUN 2014)</dc:title>
	<dc:creator>Farhat, Yasir</dc:creator>
	<dc:creator>Aprianti, Aprianti</dc:creator>
	<dc:creator>Abdurrachim, Rijanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanisfestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Pertumbuhan fisik sering dijadikan sebagai indicator untuk mengukur status gizi baik individu maupun populasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui  Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Perubahan Pola Makan dan Berat Badan anak yang mengalami masalah gizi di TK Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru Tahun 2014.Jenis Penelitian kuasi eksperimen,  pendekatan pre and post test control group design, dan tempat penelitian di TK Nusa Indah dan Ar Raudah wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak dengan masalah gizi dan sampel diambil secara Purposive Random Sampling kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan Kontrol (tanpa perlakuan). Analisis data menggunakan Wilcoxon Mann WhitneyResponden yang memiliki anak pada kelompok perlakuan maupun kontrol tidak mengalami peningkatan jumlah baik berat badan awal maupun akhir, responden pada kelompok perlakuan maupun kontrol sudah cukup bagus perubahan pola makannya. Tidak ada pengaruh konseling gizi terhadap perubahan pola makan maupun perubahan berat badan.Kata Kunci     : Konseling, Pola makan, Berat badan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/20-24</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/20-24/50</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/20-24/62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/28</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:20Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN SIKAP DAN PERAN BIDAN TERHADAP PROGRAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBU BURUNG KABUPATEN BANJAR  TAHUN 2014</dc:title>
	<dc:creator>Setiawati, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Mukhtar, Mukhtar</dc:creator>
	<dc:creator>Maslani, Norhayati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan peran bidan dalam pemberian program ASI Eksklusif di wialayah kerja Puskesmas Jambu Burung Tahun 2014,Populasi seluruh bidan diwilayah kerja puskesmas Jambu Burung berjumlah 30 orang.Sampel seluruh bidan diwilayah kerja puskesmas Jambu Burung,  penentuan sampel adalah sampel jenuh yaitu 30 responden. Analisa Data adalah Analisa univariat dan Analisa bivariat. Uji hubungan menggunakan uji Chi Squere          untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan nilai kemaknaan α = 0,05 dan interval kepercayaan 95 %,Hasil penelitian  Sikap dengan uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,123 berarti lebih besar dari (α) sehingga Ho dsiterima artinya tidak ada hubungan antara sikap dengan pemberian program ASI Eksklusif dan hasil uji peran didapatkan nilai p = 0,001 atau lebih kecil dari (α) sehingga Ho ditolak artinya ada hubungan antara peran bidan terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jambu burung Tahun 2014.Kata Kunci : Sikap, Peran Bidan, Progam pemberian ASI Eksklusif</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/25-31</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/25-31/51</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/25-31/63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/29</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:19Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI   PERNIKAHAN USIA DINI DI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2014</dc:title>
	<dc:creator>Rafidah, Rafidah</dc:creator>
	<dc:creator>Barkinah, Tut</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliastuti, Erni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan : Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Pernikahan Usia Dini di Kabupaten Banjar Tahun 2014.Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh wanita usia subur yang sudah menikah di Kecamatan Kertak Hanyar Tahun 2013 berjumlah 229 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 102 orang. Teknik Sampling Sampling menggunakan Sistematic Sampling. Analisis menggunakan analisis univariat, analisis  bivariat dilakukan dengan Uji Chi Square.Hasil penelitian : didapatkan umur menikah responden sebagian besar kurang dari 20 tahun 55 orang (53,9%). Pendidikan responden sebagian besar berpendidikan dasar 57 orang (55,9%) dan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan responden dengan pernikahan usia dini. Persepsi responden sebagian besar baik 68 orang (66,7%) dan ada hubungan yang bermakna antara persepsi responden dengan pernikahan usia dini p=0,014 Ekonomi keluarga responden sebagian termasuk kategori kurang 57 orang (55,9%) dan ada hubungan yang bermakna antara ekonomi keluarga dengan pernikahan usia dini p=0,000. Pendidikan orangtua sebagian besar berpendidikan dasar 57 orang (55,9%) dan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,000. Persepsi orangtua sebagian besar kurang  72 orang (70,6%) dan ada hubungan yang bermakna antara persepsi orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,024. Pekerjaan orangtua sebagian besar termasuk kategori tidak bekerja 66 orang (64,7%) dan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan orangtua dengan pernikahan usia dini p=0,000. Kata Kunci : Pernikahan Usia Dini</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/32-40</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/32-40/52</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/32-40/64</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/30</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:18Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN RASA PERCAYA DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MUTU HASIL BELAJAR MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN PROGRAM STUDI KESEHATAN GIGI  BANJARMASIN</dc:title>
	<dc:creator>Said, Fahmi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara rasa percaya diri dengan mutu hasil belajar, hubungan antara motivasi berprestasi dengan mutu hasil belajar dan hubungan antara rasa percaya diri dan motivasi berprestasi dengan mutu hasil belajar mahasiswa Politeknik Kesehatan Banjarmasin pada Program Studi Kesehatan Gigi Banjarmasin.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional. Data diperoleh dari 102 orang mahasiswa Program Studi Kesehatan Gigi. Pengumpulan data dilakukan dengan angket kemudian dianalisis dengan tehnik analisis korelasi sederhana dan regresi ganda.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa rasa percaya diri, motivasi berprestasi dan mutu hasil belajar mahasiswa Program Studi Kesehatan Gigi Banjarmasin tinggi. Selanjutnya terdapat hubungan positif dan signifikan antara rasa percaya diri dengan mutu hasil belajar, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan mutu hasil belajar. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara rasa percaya diri dan motivasi berprestasi dengan mutu hasil belajar.Dari penelitian ini ditemukan pula hubungan rasa percaya diri dan motivasi berprestasi terhadap mutu hasil belajar mahasiswa Program Studi Kesehatan Gigi Banjarmasin sebesar 11,6 % yang berarti masih ada 88,4 % pengaruh unsur-unsur lain yang mempengaruhi mutu hasil belajar mahasiswa Program Studi Kesehatan Gigi Banjarmasin.    Kata-kata Kunci     : Rasa Percaya Diri, Motivasi Berprestasi, Mutu Hasil Belajar,                                    Mahasiswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/41-49</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/41-49/53</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/41-49/65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/31</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:16Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBEDAAN pH SALIVA ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI MINUMAN RINGAN (Studi pada Siswa Kelas II dan III Madrasah Ibtidaiyah Zam-Zam Zailani Banjarbaru Kalimantan Selatan Tahun 2014).</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Ida</dc:creator>
	<dc:creator>Said, Fahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Seperti  diketahui bahwa makanan maupun minuman ringan menjadi kegemaran baik bagi orang tua terlebih lagi anak-anak mengandung sejumlah besar gula yang bila dikonsumsi terlalu sering akan menyebabkan karies. Hal ini sependapat dengan Wieke dan Susy (2008) yang menyatakan bahwa rasa manis merupakan rasa yang paling disukai kebanyakan orang terutama anak-anak. Sumber rasa manis ini dapat diperoleh dari sukrosa yang dikonsumsi dalam bentuk gula dan sering digunakan untuk makanan dan minuman terutama minuman ringan. Tingginya angka karies pada siswa kelas II dan III Madrasah Ibtidaiyah Zam_zam Zailani  Banjarbaru Kalimantan Selatan Tahun  2014  dengan rata-rata DMF-T  6.43.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya perbedaan pH saliva antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi minuman ringan antara lain mengukur pH saliva sebelum mengkonsumsi minuman ringan. serta menganalisis perbedaan pH saliva antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi minuman ringan.Jenis penelitian ini eksperimen dengan menggunakan metode observasi. Jumlah responden  dalam penelitian ini 63 responden. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji Paired Samples T Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nilai pH saliva sebelum mengkonsumsi minuman ringan dan sesudah mengkonsumsi minuman ringan mengalami penurunan nilai rata-rata pH saliva sebesar 1,20 dengan nilai Sig. = 0,000 atau p &amp;lt; 0,05. Oleh karena p &amp;lt; 0,05, maka dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima atau ada perbedaan pH saliva antara sebelum dan sesudah mengkonsumsi minuman ringan. Sehingga disarankan Perlu adanya penyuluhan dari petugas kesehatan gigi kepada siswa guna  memotivasi dan mengarahkan agar mengurangi konsumsi minuman ringan yang mengandung aspartam dan segera untuk berkumur-kumur. Kata Kunci : pH saliva, minuman ringan </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/50-60</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.31</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/50-60/54</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/50-60/66</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/32</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:16Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS EKTRAK PROPOLIS LEBAH KELULUT (Trigona spp) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Salmonella typhi, Staphylococcus aureus DAN Candida albicans</dc:title>
	<dc:creator>Lutpiatina, Leka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Propolis mempunyai khasiat sebagai antikanker, antivirus, antifungi dan antibiotika (Haryanto et al., 2012). Penelitian Agustina (2007), dihasilkan ekstrak propolis lebah asal Malang dapat mempengaruhi dan menghambat pertumbuhan bakteri gram positif Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 60% dan bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 70%. Penelitian mengenai efektivitas antibakteri dan anti jamur propolis dan lebah Trigona spp asal provinsi Kalimantan Selatan sejauh pengetahuan penulis belum pernah dilakukan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak propolis  lebah kelulut (Trigona spp) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Hipotesis penelitian adalah Ekstrak propolis lebah kelulut (Trigona spp) efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true eksperiment berupa rancangan-rancangan eksperimen sungguhan dengan menggunakan  rancangan Postest Only Control Group Design (Notoatmodjo, 2010). Bahan penelitian adalah propolis dari sarang lebah kelulut (Trigona spp) yang ada di daerah Banjarbaru, dengan kriteria sarang yang bertekstur rapuh dan berwarna gelap. Data yang diperoleh ditabulasikan dan dilakukan analisis secara statistik dengan one way anova dan Kruskal Wallis α 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian konsentrasi yang efektif dari ekstrak propolis  untuk Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus adalah 100% dan  tidak terdapat zone hambat untuk Candida albicans. Saran perlu dilakukan uji aktivitas antimikroba propolis lebah kelulut (Trigona spp) asal daerah Kalimantan Selatan terhadap candida albicans dengan metode dilusi. Kata Kunci : Ekstrak Propolis, Trigona spp, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Candida albicans</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/61-68</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/61-68/55</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/61-68/67</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/33</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:15Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HIGIENE SANITASI PEDAGANG DAN KANDUNGAN BORAK SERTA CEMARAN MIKROBA PADA PENTOL CELUP DI KOTA BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Zulfiana</dc:creator>
	<dc:creator>Andrestian, Meilla Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Netty, Netty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prevalensi diare juga masih menjadi persoalan serius di Provinsi Kalimantan Selatan.Berdasarkan Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011 kasus diare yang ditangani di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 146.139 kasus.  Hasil Riset Kesehatan Dasar 2007 di Kota Banjarbaru prevalensi diare 3,2%.  Perilaku tidak sehat merupakan penyebab utama dari tingginya kasus diare di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru.Penelitian ini akan dilaksanakan di Kota Banjarbaru dan Laboratorium Kimia dan Mikrobiologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan desain penelitian studi eksplorasi.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penjual pentol celup di Kota Banjarbaru.Pengambilan sampel menggunakan metode purposive (sengaja) sejumlah minimal 27 pedagang pentol yang mewakili lima kecamatan di Kota Banjarbaru.  Pengambilan data dilakukan selama bulan Juli dan Agustus 2014.Pengambilan data perilaku dilakukan dengan teknik wawancara dengan bantuan kuesioner, kandungan boraks ditentukan perubahan warna pada standar kit, kandungan mikroba ditunjukkan oleh angka lempeng total pada saus pentol celup. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji statistik Chi Square.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah perilaku higiene dan sanitasi pedagang dengan katagori baik 18,5%, cukup 81,5% dan kurang 0%. Cemaran mikroba pada saos celup 37% sesuai dengan standar SNI dan 63% melebihi standar SNI, sedangkan kandungan boraks tidak ditemukan pada semua pentol yang diperiksa. Perilaku higiene dan sanitasi pedagang dengan cemaran mikroba dan kandungan boraks tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Higiene dan sanitasi pedagang bukan faktor yang berhubungan dengan cemaran mikroba dan kandungan boraks. Kata Kunci : Higiene dan sanitasi, cemaran mikroba, kandungan boraks</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/69-77</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.33</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/69-77/56</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/69-77/68</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/34</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:14Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN NIAT MAHASISWI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN              TAHUN 2014</dc:title>
	<dc:creator>Rizani, Khairir</dc:creator>
	<dc:creator>Ilmi, Bahrul</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Tari Kemuning</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang bertujuan menemukan tumor atau kanker oleh penderita sendiri. SADARI dilakukan sejak usia 20 tahun karena dapat menghindarkan wanita dari kanker payudara. Sebesar 85% gangguan dalam payudara di ketahui pertama kali oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan niat mahasiswi dengan perilaku SADARIDesain penelitian korelasional dengan pendekatan Crosssectional. Populasi seluruh mahasiswi semester VI Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah 125 orang. Analisis yang menggunakan uji statistik chi squere dengan taraf signifikasi 0,05 (5%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,4% mahasiswi memiliki perilaku kurang dalam melakukan SADARI, 80% mahasiswi memiliki pengetahuan baik dan 92,8% mahasiswi memiliki niat positif dalam melakuan SADARI. Terdapat hubungan pengetahuan mahasiswi tentang SADARI dengan perilaku mahasiswi dalam melakukan SADARI dengan p value =0,001 dan terdapat hubungan niat mahasiswi melakukan SADARI dengan perilaku mahasiswi dalam melakukan SADARI dengan p value = 0,032.Saran dari penelitian adalah diadakan pemberian informasi yang edukatif yaitu penyuluhan tentang SADARI, diadakan pemeriksaan SADARI secara rutin dan teratur, melakukan pemeriksaan SADARI yang lengkap dan sesuai prosedur.  Kata Kunci : Pengetahuan, Niat,Perilaku, SADARI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/78-88</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/78-88/57</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/78-88/69</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/35</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOMUNIKASI  PERAWAT PADA PASIEN DI RUANG BEDAH NURI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANJARBARU 2014</dc:title>
	<dc:creator>Hammad, Hammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komunikasi  merupakan hubungan interpersonal antara perawat dan klien. Komunikasi  merupakan metode utama dalam mengimplementasikan proses keperawatan. Perawat dalam berkomunikasi terkadang memiliki berbagai kendala baik dalam komunikasi verbal dan non verbal,dalam komunikasi verbal perawat kadang memberikan informasi yang kurang jelas, dalam komunikasi non verbal perawat kadang tidak memperhatikan beberapa aspek diantaranya aktivitas fisik dan lainnya.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komunikasi perawat pada pasien di Ruang Bedah Nuri Rumah Sakit Umum Banjarbaru 2014. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptifyaitumemaparkan peristiwa yang terjadi dimasa kini.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di Ruang Bedah Nuri dengan menggunakan teknik accidental sampling dandidapatkan22 responden sebagai sampel. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8-12 april 2014. Instrument dalam penelitian ini adalah menggunakan  kuesioner  yang meliputi data demografi dan kuesioner kemampuan komunikasi verbal dan non verbal perawat. Teknik analisa data disajikan secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi kemudian ditarik kesimpulan.            Hasil penelitian diperoleh bahwa gambaran komunikasi perawat pada pasien di Ruang Bedah Nuri Rumah Sakit Umum Daerah Banjarbaru adalah baik yaitu sejumlah59,0 %.Saran bagi tenaga kesehatan di tempat penelitian  untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi baik verbal dan non verbal sehingga dapat terjalin hubungan interpersonal yang baik antara perawat dan pasien. Kata kunci     :    komunikasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/89-92</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i1.35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 1 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/89-92/58</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/89-92/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/38</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RSIA MUTIARA PUTRI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015</dc:title>
	<dc:creator>Aprina, Aprina</dc:creator>
	<dc:creator>Luksfita, Nova</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dianggap sebagai faktor yang menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Wilayah Kota Bandar Lampung cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 65,16%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah semua ibu post partum di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung pada tahun 2014 yaitu sebanyak 360 orang.Sampeladalah 78 orang. Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitianmenunjukkan responden yang tidak mau melaksanakan IMD 53 responden (67,9%), memiliki pengetahuan yang baik tentang IMD 50 responden (64.1%), tidak pernah melakukan IMD sebelumnya 51 responden (65.4%), bersikap positif terhadap pelaksanaan IMD 42 responden (53,8%), mendapatkan dukungan dari petugas kesehatan terhadap pelaksanaan IMD 48 responden (61,5%), mendapatkan dukungan keluarga 50 responden (64,1%). Ada hubungan yang signifikan antara  pengetahuan (p value 0,006), pengalaman (p value 0,003), sikap(p value 0,000), dukungan petugas kesehatan(p value 0,040) dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan IMD di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung Tahun 2015(p value 0,006). Saran diharapkan meningkatkan promosi kesehatan terutama pada masyarakat serta pada tenaga kesehatan untuk berupaya memfasilitasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini serta evaluasi dan koreksi tentang pelaksanaan dan pengawasan kegiatan program IMD Kata Kunci: Faktor, Inisiasi Menyusu Dini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/93-105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/93-105/73</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/93-105/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/39</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:12Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN  KETUBAN PECAH DINI PLASENTA PREVIA DAN PREEKLAMPSIA DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015</dc:title>
	<dc:creator>Nurmalasari, Nurmalasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prematuritas  atau  persalinan  preterm  merupakan  persalinan  belum cukup  umur  di  bawah  37  minggu  atau  berat  bayi  kurang  dari  2500  gr. Angka kejadian persalinan preterm pada umumnya adalah sekitar 6 - 10 %. Hanya 1,5 % persalinan terjadi pada umur kehamilan kurang dari 32 minggu clan 0,5 % pada kehamilan kurang dari 28 minggu Tujuan Penelitian ini Diketahuinya hubungan  ketuban pecah dini plasenta previa dan preeklampsia  dengan persalinan preterm di  RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan pendekatan crossectional.  populasi dalam penelitian ini adalah ibu  bersalin yang melakukan persalinan di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2014 yaitu 705 orang. Penentuan sampel menggunakan simple random  sampling  sehingga diperoleh sebanyak 255 sampel. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada  hubungan ketuban pecah dini (KPD) dengan nilai (p= 0,004), ada hubungan plasenta previa dengan nilai (p= 0,000) dan ada hubungan preeklampsia dengan nilai (p= 0,009) dengan kejadian persalinan preterm di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2015. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk memberikan penanganan dan perawatan yang lebih intensif terhadap kejadian persalinan preterm.  Kata Kunci : Awal Pecah Amnion , Plasenta Previa , Preeklamsia , kelahiran prematur</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/106-118</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/106-118/74</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/40</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:11Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN BERAT PLASENTA IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD RUJUKAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2015</dc:title>
	<dc:creator>Murliyanti, Murliyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Notobroto, Hari Basuki</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Siti Nurul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah berat lahir kurang 2500 gram tanpa memandang umur kehamilan. Penyebab BBLR multifaktoral, faktor ibu yang berpengaruh secara dominan mengenai pemenuhan nutrisi/ asupan gizi. Faktor plasenta yang berguna untuk menyalurkan makanan dan pembentukan hormon.Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan antara status gizi dengan berat plasenta pada ibu yang melahirkan BBLR. Status gizi ibu hamil meliputi penambahan berat badan, ukuran LiLA, kadar Hb awal dan kadar Hb inpartu. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriftif dengan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian nilai π = 0,097, nilai ρ = 0,360 ukuran LiLA, nilai ρ = 0,394 kadar Hb awal dan nilai ρ = 0,100 pada kadar Hb inpartu dengan berat plasenta pada ibu yang melahirkan BBLR. Dari hasil kekuatan hubungan, yang paling kuat adalah ukuran LiLA dan kadar Hb awal, artinya pentingnya status gizi di awal kehamilan, karena pada trimester pertama kehamilan adalah proses pembentukan organ vital janin dan plasenta. Petugas kesehatan melakukan pengukuran berat plasenta, nasehat makan makanan bergizi. Penelitian lebih lanjut tentang berat plasenta antara persalinan aterm dan preterm pada BBLR. Kata kunci : Status Gizi, Berat Plasenta, BBLR, Pertambahan Berat Badan, ukuran LiLA, Kadar Hb Awal dan Kadar hb Inpartu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/119-129</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/119-129/77</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/119-129/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/41</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:11Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN DESA SIAGA  DI KABUPATEN TAPIN  TAHUN 2014</dc:title>
	<dc:creator>Suhrawardi, Suhrawardi</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Vonny Khresna</dc:creator>
	<dc:creator>Norlena, Norlena</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> banyak 98 orangProgram pengembangan Desa Siaga sebagai program yang berbasis Pemberdayaan masyarakat, Pada pengembangan Desa Siaga, tenaga kesehatan yang banyak berperan adalah bidan desa. Kabupaten Tapin  terdiri dari 12 kecamatan dan mempunyai 75 desa, dengan jumlah bidan sebanyak 98 orang.Sejak dicanangkannya program Desa Siaga oleh Menteri Kesehatan pada Nopember 2006, sampai pada akhir 2013 sudah terbentuk 62 Desa Siaga (82,66%). Pada pengembangan Desa Siaga, baru 5 desa yang mencapai strata III (Desa Siaga Purnama) dan 31 desa dengan strata II (Desa Siaga Madya) serta hanya 1 desa yang sudah dengan strata IV (Desa Siaga Mandiri), sedangkan 26 Desa Siaga lainya masih pada strata I (Desa Siaga Pratama). (Dinkes Tapin, 2013).Tujuan penelitian adalah  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan kegiatan Desa Siaga di Kabupaten Tapin tahun 2014.Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Desa Siaga Kabupaten Tapin tahun 2014  berjumlah 62 orang.  Sampel adalah seluruh bidan yang bekerja di Desa Siaga Kabupaten Tapin tahun 2014, berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Teknik analisa data adalah univariat, bivariat dan analisis data kualitatifHasil penelitian  menunjukan kinerja bidan yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan Desa Siaga sebanyak  40 orang (64,5%, Pendidikan bidan sebagian besar lulusan Diploma III Kebidanan sebanyak 53 orang (85,5%), Umur bidan sebagian besar berusia di atas 35 tahun sebanyak 43 orang (69,3%), Bidan sebagian besar telah mengikuti pelatihan sebanyak 38 orang (61,3%), Bidan sebagian besar telah bekerja lebih dari 5 tahun sebanyak 44 orang (71%), ada hubungan pendidikan bidan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga , ada hubungan umur bidan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan pelatihan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan yang bermakna antara lama bekerja dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Tapin.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kinerja bidan dalam pelaksanaan desa siaga berhubungan dengan pendidikan, umur,pelatihan dan lama bekerja dari bidan tersebut. Kata Kunci : Kinerja Bidan, Desa Siaga</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/130-140</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/130-140/78</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/130-140/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/42</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:40:10Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN FISIK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBATUNG KOTABARU TAHUN 2014</dc:title>
	<dc:creator>Isnaniah, Isnaniah</dc:creator>
	<dc:creator>Per-angin2, Nirwana</dc:creator>
	<dc:creator>Rizani, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di negara berkembang, angka kesakitan dan kematian pada anak balita banyak dipengaruhi oleh keadaan gizi.Gizi kurang dan gizi buruk berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang. Anak yang menderita gizi kurang akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan mentalnya. Dalam masa perkembangan anak terdapat masa kritis, dimana diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensi berkembang, sehingga perlu mendapat perhatian lebih.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Sebatung Kotabaru tahun 2014.Rancangan penelitian ini adalah Analitikkorelasidengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik Total sampling, jumlah responden 41 anak. Alat ukur yang digunakan pengukuran berat badan per tinggi badan (BB/TB) dan lembar DDTK. Data disajikan dalam distribusi frekuensi dan dianalisis dengan uji statistik spearman rankdengan taraf signifikansi α 0.05.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar 27 (65,9%) dengan status gizi normal dan sebagian besar 29 (70,7%) responden dengan status perkembangan abnormal. Uji Statistik dengan menggunakanspearman rankdengan taraf signifikansi α = 0.05didapatkanρ-value = 0,699Kesimpulan hasil penelitian tidak ada hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 24-59 bulan. Jadi, peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan, agar dapat mengubah pola pemberian makanan yang tepat dan memberikan stimulasi kepada balitanya demi kelangsungan tumbuh kembang balita secara optimal. Kata kunci: status gizi, perkembangan balita</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/141-149</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/141-149/79</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/141-149/85</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/43</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:27Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI PONDOK PESANTREN AN-NAJAH CINDAI ALUS MARTAPURA TAHUN 2014</dc:title>
	<dc:creator>Chairiyah, Chairiyah</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsuddin, Syamsuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Tunggal, Tri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesantren pada umumnya menerapkan pola hidup sederhana dengan peraturan dan pengawasan yang sangat ketat. Siswa-siswanya biasanya berasal dari beberapa daerah. Begitu juga dengan Pesantren An-Najah Cindai Alus yang sebagian siswinya berasal dari luar wilayah Kota Banjarbaru.Siswi dalam usia remaja dalam masa pertumbuhan mengalami perubahan organ-organ fisik secara cepat, dan tidak seimbang dengan perubahan kejiwaan (Yani, 2009), tentunya termasuk perubahan pada sistem reproduksi yang dapat menimbulkan ketidakseimbangan faktor kejiwaan.Studi awal yang dilakukan pada pesantren ini menemukan beberapa siswi yang mengeluhkan kegiatan belajar yang padat, tugas-tugas yang banyak, dan waktu istirajat relatif sedikit. Sepuluh siswi yang diwawancarai ada 6 siswi yang mengatakan menstruasinya tidak teratur, dan 4 siswi mengatakan menstruasinya teratur.Pengaturan tingkat stres dalam 4 kategori pada 10 siswi menemukan 20% normal, 20% stres ringan, 40% stres sedang dan 20% stres berat, tidak ada siswi dengan stres sangat berat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Modern An-Najah Cindai Alus Martapura Tahun 2014. Penelitian yang digunakan menggunakan desain Survey Analitik, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 orang dengan cara Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis penelitian dengan uji korelasi spearman.Hasil dari penelitian didapat 4 responden (7,3%) tingkat stres normal, 16 responden (29,1% mengalami stres ringan, 29 responden (52,7%) mengalami stres sedang, 6 responden (10,9%) mengalami stres berat dan tidak ada yang mengalami stres sangat berat. Sedangkan siklus menstruasi didapat 20 responden (36,4%) mengalami siklus menstruasi teratur dan 35 responden (63,6%) mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Hasil uji statistik α = 0,05, mendapatkan hasil ρ = 0,000.Kesimpulan dalan penelitian ini adalah adanya hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Kata Kunci : Tingkat Stres, Siklus Menstruasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/150-157</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/150-157/80</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/150-157/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/44</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:25Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN SIKAP MENCEGAH INFEKSI NOSOKOMIAL PADA KELUARGA PASIEN DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA</dc:title>
	<dc:creator>Mariana, Evi Risa</dc:creator>
	<dc:creator>Zainab, Zainab</dc:creator>
	<dc:creator>Kholik, Syaifullah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberi pelayanan kesehatan promotif, preventif kuratif dan rehabilitative kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bagi mereka yang berada di lingkungan Rumah Sakit seperti pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien beresiko mendapatkan infeksi nosokomial atau Health-care Associated Infections (HAIs). Oleh karena itu pengetahuan tentang infeksi nosokomial dan sikap mencegah infeksi nosokomial menentukan terhadap angka kejadian infeksi nosokomial.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang infeksi nosokomial dengan sikap mencegah infeksi nosokomial pada keluarga pasien di Ruang Penyakit Dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jenis korelasional. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang infeksi nosokomial sedangkan variabel independent adalah sikap mencegah infeksi nosokomial. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien di Ruang Penyakit Dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2014. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling selama bulan Juli 2014. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup yang dikumpulkan dari responden. Data dianalisis secara deskriptif analitik. Data univariat menggunakan table distribusi frekkuesi, data bivariat menggunakan uji Chi Square dengan taraf signifikansi α 0,05.Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan pengetahuan tentang infeksi nosokomial dengan sikap mencegah infeksi nosokomial pada keluarga pasien di Ruang Penyakit Dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2014. Saran dapat dijadikan bahan masukan dalam program pencegahan infeksi nosokomial di RSUD Ratu Zalecha Martapura khususnya dan nantinya dapat menjadi indikator pelayanan Rumah Sakit di Kalimantan Selatan yang berkualitas.  Kata kunci : Pengetahuan,Sikap,Infeksi Nosokomial</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/158-163</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v6i2.44</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/158-163/81</dc:relation>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/158-163/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/101</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:40Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/104</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/106</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:40Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/107</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:40Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/108</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:40Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/109</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/110</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/111</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/112</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/113</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/114</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/115</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/116</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/117</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:41Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/126</identifier>
				<datestamp>2018-02-12T02:13:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/136</identifier>
				<datestamp>2018-02-12T02:13:14Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/145</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:46Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor asupan zat besi dan sosio ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil</dc:title>
	<dc:creator>Oktaviani, Oktaviani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
&amp;nbsp;
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan memerlukan perhatian karena potensial membahayakan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko kematian ibu. Tingginya kejadian anemia berkaitan dengan&amp;nbsp; kurangnya asupan zat besi, selain itu rendahnya pendidikan, dan&amp;nbsp; informasi. Puskesmas Kereng Bangkirai merupakan salah satu puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Kota Palangka Raya dan jumlah ibu hamilnya mendapatkan tablet FE paling rendah.
Tujuan : untuk menganalisis hubungan faktor asupan zat besi dan sosial ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bangkirai
Metode: Jenis penelitian ini dengan&amp;nbsp; rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah Ibu yang hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bangkirai berjumlah 140 responden. Pemilihan sampel dipilih dengan menggunakan consecutive sampling Analisis univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi-square.
Hasil: penelitian menunjukkan Variabel asupan zat besi ada hubungan bermakna dengan anemia(p=0,03). &amp;nbsp;Variabel sosio ekonomi (pendidikan Ibu (p=0,05), pendidikan suami (p=0,81), pekerjaan Ibu (p=0,40), pekerjaan suami (p=0,27) dan pendapatan keluarga (p=0,85)) tidak ada hubungan bermakna dengan anemia.
Simpulan : asupan zat besi merupakan faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Anemia dalam kehamilan, Asupan Zat Besi, dan Ibu hamil
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
ABSTRACT
&amp;nbsp;
Background: Anemia occurance during pregancy emerges to put into consideration, since it potentially harmful for both mother and infant.&amp;nbsp; It is usually raise the risk of mother mortality. Highly occurance of anemia was suggested to related to especially for Iron (Fe). Moreover, it is was due to low educational level,and information. Puskesmas Kereng Bangkirai is one of public health in Palangka Raya Municipality, on which has basic emergency obstectric-neonatal services, so-called PONED. There is also showed that the number of mother has a lower access to Fe tablet.
Objective &amp;nbsp;: The study is to analyze the relationships between iron (Fe) consumption and social economic with anemia occurance durng preganancy in an area of Puskesmas Kereng Bangkirai.
Methods: Research is cross sectional design.&amp;nbsp; Sample was 140 pregnant women surrounding the Puskesmas Kereng Bangkirai. The sample was determined using consecutive sampling method. Univarate analysis was conducted using distribution of frequency, bivariate with chi-square analysis.
Results: revealed that the Fe consumption (p=0.03) has significance relationship with anemia occurance. The socio-economic&amp;nbsp; (mother level of education (p=0.05), husband level of education (p=0.81), mother occupation (p=0.40), husband occupation (p=0.27), and family income (p=0.85).
Conclusion: It is suggested,&amp;nbsp; that the Iron (Fe) consumption is the risks factor of anemia occurance during pregancy.
&amp;nbsp;
Keywords: anemia during pregnancy, the Iron (Fe) consumption, women pregnancy</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/23-28</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i1.145</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/23-28/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/146</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:29Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/147</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/148</identifier>
				<datestamp>2018-03-01T12:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/150</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:47Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus pada keyboard di unit pelayanan penunjang rumah sakit</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Deby Arnisya</dc:creator>
	<dc:creator>Roebiakto, Erpan</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiyanti, Ratih Dewi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Computer keyboard can be a cause of health problems due to poor cleanliness. Keyboard that is not cleaned contains more bacteria. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that causes nosocomial infection that can be found on the keyboard. The purpose of this research is to know the description of Staphylococcus aureus bacteria in Hospital Supporting Unit. This type of research is descriptive survey with 16 samples with total sampling. Based on research conducted on the keyboard in the Medical Support Unit Hospital found Staphylococcus aureus as much as 68.75% It is recommended to do keyboard cleanliness and cleanliness of computer users before and after using the computer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/01-07</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i1.150</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/01-07/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/151</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:39Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Madu lebah kelulut (Trigona Spp.) dalam aktifitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus resisten</dc:title>
	<dc:creator>Ma'ruf, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Mawaddah, Gina Alia</dc:creator>
	<dc:creator>Eriana, Nisa Nur Agistni</dc:creator>
	<dc:creator>Swari, Farah Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Aslamiyah, Syaidatul</dc:creator>
	<dc:creator>Lutpiatina, Leka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infection caused by Staphylococcus aureus bacteria becomes a very serious problem because of the increased resistance of these bacteria to various types of antibiotics. Honey has antibacterial activity because it contains water, acidity and inhibitor compounds namely flavonoids. Honey can be produced Trigona spp. This study aims to Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) and effectiveness of honey bee kelulut (Trigona spp.) Against Staphylococcus aureus resistant cephalosporin bacteria in vitro. This research is true experiment with postest only control group design. The results of the study were measured by MIC showed no clarity at concentrations of 60 mg / ml, 70 mg / ml, 80 mg / ml, 90 mg / ml and and clarity at concentrations of 100 mg / ml, and MBC at concentrations of 60 mg / ml of 151 colonies, 70 mg / ml of 105 colonies, 80 mg / ml of 55 colonies, 90 mg / ml of 16 colonies and 100 mg / ml of 0 colonies. The effective concentration in killing Staphylococcus aureus resistant cephalosporin is 100 mg / ml</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8-14</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i1.151</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/8-14/114</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/152</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:33Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Angka kuman udara ruang rawat inap anak dengan dan tanpa air conditioner (AC) di rumah sakit</dc:title>
	<dc:creator>Raimunah, Raimunah</dc:creator>
	<dc:creator>Lutpiatina, Leka</dc:creator>
	<dc:creator>Kartiko, Jasmadi Joko</dc:creator>
	<dc:creator>Norsiah, Wahdah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air microorganisms can be found in outdoor or indoor air, ventilation is a very important place in the exchange of indoor air. Ventilation system is divided into two, namely natural ventilation and artificial ventilation in the form of Air Conditioner (AC). This study aims to determine the description of the number of germs in the inpatient wards of children using Air Conditioner (AC) and non (AC) at the Hospital in Martapura city area. This type of research is descriptive survey, the population is the inpatient room of children using Air Conditioner (AC) and non (AC). Sampling using purposive sampling technique, that is as much as 8 room. The examination method used is by TPC (Total Plate Count) method. The results showed that the number of airborne bacterial infections using the Air Conditioner (AC) was 406 CFU/m3. The total number of non-living inpatients (AC) is 443 CFU/m3. The standard maximum number of microorganisms (CFU / m3) of treatment room according to Kepmenkes No.1204/ Menkes/SK/X/2004 is 200-500 CFU / m3.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-03-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/15-22</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i1.152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/15-22/115</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/155</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:28Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Determinan Komplikasi Obstetri Di Indonesia  (Analisis Data SDKI 2012)</dc:title>
	<dc:creator>laila, seri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Maternal mortality rate in Indonesia data IDHS on 2012 is still high at 359/100,000 live births, an increase of 57% compared to IDHS in 2007. One cause is due to obstetric complications. Compared to the 2002 and 2007 IDHS data, this figure is increasing and many factors affect the occurrence of obstetric complications. The objective is to know the determinant of obstetric complication based on IDHS data of 2012. This research use secondary data with cross sectional approach based on survey of IDHS 2012 with 4,618 samples. Result: Obstetric complication were 51,2% and there was significant correlation social of economy, parity, distance birth, history of complication, residence area, place of labor and quality of ANC to the obstetric complication. Result of research showed that there were correlation history of complication before OR=4,084, quality of ANC OR=1,187, place of labor OR=1,517, birth and parity spots interact with village residence against obstetric complications. &amp;nbsp;Expected to improve quality services of ANC and ability of health worker to handle&amp;nbsp; reference&amp;nbsp;&amp;nbsp; cases and improving readiness mother and family for recognize and anticipate incident of obstetric complication especially for mother who&amp;nbsp; are at risk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i2.155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/155/118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/159</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:10Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Persepsi Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Di RS MISI LEBAK</dc:title>
	<dc:creator>Sinaga, Sarma Eko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The purpose of this research is to analyze the perception of the patient on the quality of outpatient service of Lebak&amp;nbsp;Mission&amp;nbsp;Hospital after getting service reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles. This research was conducted in Lebak Hospital with 110 respondents after receiving outpatient service. The research method is&amp;nbsp;surveyed&amp;nbsp;with&amp;nbsp;the cross sectional approach. Data collection was done by using&amp;nbsp;questionnaires, while data analysis in this research using multivariate analysis Multiple Logistic Regression Prediction Model. Result of statistic test obtained got&amp;nbsp;the odds ratio&amp;nbsp;(OR) variable&amp;nbsp;empathy&amp;nbsp;equal to 5,460 which mean perception of patient after get&amp;nbsp;empathy, service&amp;nbsp;will have better satisfaction equal to 5,5x bigger than patient which do not get empathy service. Variables that are very dominant influence on patient perception is variable empathy. And the related variables&amp;nbsp;significantly&amp;nbsp;to the perception of the patient is empathy and&amp;nbsp;tangible&amp;nbsp;variables.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan rawat jalan RS Misi Lebak setelah mendapatkan pelayanan reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (kepedulian), tangibles (bukti fisik). Penelitian ini dilakukan di RS Misi Lebak dengan jumlah responden sebanyak 110 orang setelah mendapatkan pelayanan rawat jalan. Metode penelitiannya adalah survey dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa multivariat Regresi Logistik Berganda Model Prediksi. Hasil uji statistika diperoleh didapatkan odds ratio (OR) variabel empaty sebesar 5,460 yang artinya persepsi pasien setelah mendapatkan pelayanan empathy akan memiliki kepuasan yang lebih baik sebesar 5,5x dibandingkan pasien yang tidak mendapatkan pelayanan empathy. Variabel yang sangat dominan pengaruhnya terhadap persepsi pasien adalah variabel empathy. Dan variabel yang berhubungan bermakna terhadap persepsi pasien adalah variabel empathy dan tangibles.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/159</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i2.159</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/159/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/161</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:26Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efektivitas Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Menghambat Pertumbuhan Escherichia coli</dc:title>
	<dc:creator>Dwiyanti, Ratih Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>nailah, hana</dc:creator>
	<dc:creator>Muhlisin, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Lutpiatina, Leka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lime (Citrus aurantifolia) can be used for cough medicine, sputum laxative, influenza, and acne medication. Lime contains useful chemical compounds, one of which is essential oils and flavonoids which function as antibacterials and play a very important role in inhibiting bacterial growth. The purpose of this study was to determine the effectiveness of lime juice (Citrus aurantifolia) at a concentration of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100% on the growth of Escherichia coli in vitro. This research is experimental with post test only control group design. The research sample was lime juice. Antibacterial power testing using well diffusion method. Antibacterial power parameters were determined by measuring the inhibitory zone (mm) formed around the growth of test bacteria on Muller Hinton Agar media. The results of the study showed that lime juice inhibition zones against the growth of Eschericia coli at concentrations of 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100% were 7.25mm, 13.25mm, 14.25mm, 16mm, 17mm, 18.25mm, and 20.75mm. Based on linear regression test obtained significant value of 0.000 &amp;lt;α 0.05 so it can be concluded that there is an effect of lime juice on Eschericia coli growth in vitro. It is recommended that further research be carried out to test the inhibitory power of lime juice using other methods or against bacteria of other species.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat digunakan untuk obat batuk, peluruh dahak, influenza, dan obat jerawat. Jeruk nipis mengandung senyawa kimia yang bermanfaat salah satunya minyak atsiri dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan berperan sangat penting dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%&amp;nbsp; terhadap pertumbuhan Eschericia coli secara in vitro. Penelitian ini bersifat&amp;nbsp; eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian adalah air perasan jeruk nipis. Pengujian daya antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Parameter daya antibakteri ditentukan dengan mengukur zona hambat&amp;nbsp; (mm) yang terbentuk di sekitar pertumbuhan bakteri uji pada media Muller Hinton Agar. Hasil Penelitian menunjukkan zona hambat air perasan jeruk nipis terhadap pertumbuhan Eschericia coli pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% masing- masing berdiameter 7,25mm, 13,25mm, 14,25mm, 16mm, 17mm, 18,25mm, dan 20,75mm. Berdasarkan uji regresi linear didapat nilai signifikan 0,000 &amp;lt; α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh air perasan jeruk nipis terhadap pertumbuhan Eschericia coli secara in vitro.&amp;nbsp; Disarankan pada penelitian lebih lanjut untuk menguji daya hambat air perasan jeruk nipis dengan menggunakan metode lain atau terhadap bakteri spesies lain.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/161</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i2.161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/161/121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/162</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:27Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Angka Kuman Es Batu Produksi Rumah Tangga</dc:title>
	<dc:creator>Yulianti, Annisa Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiyanti, Ratih Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Norsiah, Wahdah</dc:creator>
	<dc:creator>Lutpiatina, Leka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Air adalah kebutuhan dsar manusia, baik untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci, masak, dan minum. Air tidak hanya untuk air minun saja, tetapi dapat dibuat es batu yang memenuhi syarat bakteriologis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil TPC (Total Plate Count) pada es batu produksi rumah tangga di Kelurahan Sungai Besar. Penelitian ini bersifat survei deskriptif, sampel diperiksa dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count)&amp;nbsp; dengan pengenceran 100 sampai 10-4. Sampel pemeriksaan berupa es batu yang diambil dari rumah produksi di Kelurahan Sungai Besar yang berjumlah 6. Hasil penelitian dari 24 sampel es batu produksi rumah tangga di Kelurahan Sungai Besar adalah 2 sampel yang memenuhi syarat dan 22 sampel tidak memenuhi syarat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 80% sampel tidak memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3553-2006. Saran penelitian lebih lanjut dengan melakukan identifikasi terhadap jenis bakteri yang terdapat dalam es batu tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i1.162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/162/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/163</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:14Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Faktor Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 7 – 12 Tahun Di SDN Paku Alam Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan</dc:title>
	<dc:creator>nuryati, sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">&amp;nbsp;
Background : From Banjar district data showed 7.80 DF-T number, meaning that on average everyone in the Banjar district had almost 8 teeth with dental caries. Children of Elementary School age, i.e. 7-12 years, are of age who are susceptible to the occurrence of dental caries. Report on the screening of school-age children SD/MI conducted by the Sungai Tabuk 2 society health center (Puskesmas) in 2016 and 2017, the results of the screening on Paku Alam Elementary School’s students showed that during the last two years the number of students experiencing caries had increased. The percentage of students who experienced caries in 2016 was 79.2% and increased to 100% in 2017. Aim : This research wants to find out the behavioral factors related with the incidence of dental caries in children aged 7-12 years in the natural nails of Banjar Regency, South Kalimantan Province. Method : The study design was descriptive analytic that is cross sectional. The population and sample of the study were all children aged 7-12 years at the Paku Alam Elementary School Banjar distirct, South Kalimantan Province. The data will be analyzed analytically using Chi Square. Result : Descriptive results showed that most respondents experienced high dental caries (94.9%), had poor tooth brushing behavior (82.3%), poor cariogenic food consumption (62%), and no dental check-ups once every 6 month (98.7%). Analytically, there are no behavioral factors related to the incidence of dental caries. Conclusion : No behavioral factors that are significantly related with the incidence of dental caries in children.
Keywords : Behavior, Children’s dental caries</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;
Latar Belakang : Data Kabupaten Banjar menunjukan angka DFM-T sebesar 7,80 artinya rata-rata setiap orang di kabupaten Banjar memiliki hampir 8 gigi dengan karies gigi.Anak-anak usia Sekolah Dasar, yaitu usia 7 – 12 tahun adalah usia yang rentan terhadap kejadian Karies Gigi. Laporan Penjaringan Anak Sekolah SD/MI yang dilakukan oleh Puskesmas Sungai Tabuk 2 pada Tahun 2016 dan 2017, hasil penjaringan pada siswa SDN Paku Alam menunjukkan bahwa selama 2 (dua) tahun terakhir jumlah siswa yang mengalami karies mengalami peningkatan. Prosentase siswa yang mengalami karies pada tahun 2016 sebesar 79,2%, dan meningkat menjadi 100% pada Tahun 2017. Tujuan: penelitian ini ingin mengetahui faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak usia 7 – 12 tahun di SDN Paku Alam Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif analitik yaitu Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh anak usia 7-12 tahun di SDN Paku Alam Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Data akan dianalisa secara analitik menggunakan Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami karies gigi tinggi (94,9%), memiliki perilaku menggosok gigi kurang baik (82,3%), perilaku mengkonsumsi makanan kariogenik kurang baik (62%), serta tidak rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan (98,7%). Secara analitik, tidak ada faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian karies gigi. Kesimpulan : Tidak ada faktor perilaku yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian karies gigi pada anak
&amp;nbsp;
Kata kunci: perilaku, karies gigi anak.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/163</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i2.163</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/163/158</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/164</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:06Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Hubungan Karies Gigi Dengan Kualitas Hidup Pada Anak Sekolah Usia 5-7 TAHUN</dc:title>
	<dc:creator>NURWATI, BUNGA</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dental caries suffered in school-age children can cause disruption in quality of life and disruption of daily activities due to the inability of the mastication process. The incidence of primary dental caries in children reaches 80% with a mean def-t 5.0 which in turn results in many cavities for children under 12 years old (reaching 89%). While WHO announced the target of achieving dental health services in 2010 amounting to 90% of caries-free for children aged 5 years. This study aims to analyze the relationship between the index of dental caries in children aged 5-7 years with the quality of life of the child. Where the simple random Lemeshow method is used as a sampling technique. The study was conducted using an observational analytic method based on correlation techniques conducted on 138 samples of school children. Correlation test results using the value α = 0.05 showed an opposite correlation between the index of dental caries and the quality of life of school children. Where the index which is the material for the correlation test gives a significant relationship (p &amp;lt;0.05) to the variables tested. Conclusion The lower the dental caries index, the higher the quality of life of school children.
Keywords: dental caries, def-t index, quality of life, ECOHIS.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;Karies gigi yang diderita pada anak usia sekolah dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup dan terganggunya kegiatan keseharian yang dikarenakan ketidakmampuan proses pengunyahan. Kejadian karies gigi sulung pada anak mencapai 80% dengan rerata def-t 5,0 yang selanjutnya berakibat pada banyaknya penderita gigi berlubang untuk anak usia dibawah 12 tahun (mencapai 89%). Sementara WHO mencanangkan target pencapaian pelayanan kesehatan gigi di tahun 2010 sebesar 90% bebas karies untuk anak usia 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara indeks karies gigi pada anak usia 5-7 tahun dengan kualitas hidup anak tersebut. Dimana metode simple random Lemeshow digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasional analitik berbasis teknik korelasi yang dilakukan pada 138 sampel anak sekolah. Hasil uji korelasi menggunakan nilai α=0.05 menunjukkan adanya korelasi yang berlawanan antara indeks karies gigi dengan kualitas hidup anak sekolah. Dimana indeks yang menjadi bahan uji korelasi memberikan hubungan yang signifikan (p&amp;lt;0.05) terhadap variabel yang diuji. Kesimpulan semakin rendah indeks karies gigi, semakin tinggi kualitas hidup anak sekolah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v10i1.164</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL SKALA KESEHATAN; 41-47</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/164/163</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/165</identifier>
				<datestamp>2021-07-12T21:55:20Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektifitas Ekstrak Gel Ikan Haruan Dan Ikan Kembung Terhadap Penyembuhan Luka Pasca Penvabutan Gigi Pada Tikus Putih</dc:title>
	<dc:creator>utami, naning K</dc:creator>
	<dc:creator>amperawati, metty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">All this time albumin given as a treatment therapy derived from human albumin serum produced from human blood. Therefore in the process of making albumin from human blood is very difficult, so this have consequences in the high price of serum albumin (Ignativicius &amp;amp; Workman, 2006). On haruans usually contains a lot of albumin and on bloated fishes contains a lot of essential fatty acids. This research aims at the healing effectiveness of haruan and bloated fish gel extract for the wound of post-dental extraction on white mice. This research is purely experimental research (true experimental), research done with research population is white mice, while the sample research based on the formula there are 8 samples of white mice divided in 2 (two) groups. The data collection is done after white mice's teeth are extracted and every single day smeared with haruan and bloated fish gel extract the measured with vernier calipers and ruler for 10 days. The data were analyzed by statistical analysis with anova test. From the research conducted did not show significant result of healing on the application of haruan and bloated fish gel extract for the wound of post-dental extraction, which obtained significant value (p = 0,401, p&amp;gt; 0,005) for haruan gel extract whereas for bloated fish gel extract obtained a significant value (p = 0.773, p&amp;gt; 0.005). The result of the research showed effectiveness &amp;nbsp;the application of haruan and bloated fish gel extract for the wound of post-dental extraction was insignificant, only on the application of haruan gel extract the wound was reduced and healed by the fifth day.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Selama ini albumin yang diberikan sebagai terapi pengobatan berasal dari serum human albumin yang diproduksi dari darah manusia. Oleh karena di dalam proses&amp;nbsp; pembuatan albumin dari darah manusia sangat sulit, sehingga hal ini berakibat pada mahalnya harga serum albumin (Ignativicius &amp;amp; Workman, 2006). Pada ikan haruan biasanya banyak mengandung albumin dan pada ikan kembung banyak mengandung &amp;nbsp;asam lemak esensial. Penelitian ini bertujuan efektifitas ekstrak gel ikan haruan dan ikan kembung terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada pada tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni ((true experimental), penelitian dilakukan dengan &amp;nbsp;populasi penelitian adalah tikus putih, sedangkan sampel penelitian berdasarkan rumus ada 8 sampel tikus putih&amp;nbsp; dibagi dalam 2 (dua) kelompok. Pengumpulan data dilakukan setelah gigi tikus putih dicabut setiap harinya diolesi dengan ekstrak gel ikan haruan dan ikan kembung kemudian diukur dengan jangka sorong dan penggaris selama 10 hari. Data dianalisis dengan analisis statistik dengan uji anova. Penelitian yang dilakukan &amp;nbsp;tidak menunjukkan signifikan pada pengulasan ekstrak gel ikan haruan dan ikan kembung&amp;nbsp; terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi, karena didapatkan nilai signifikan (p=0,401, p&amp;gt;0,005) untuk ekstrak gel ikan haruan sedangkan untuk ekstrak gel ikan kembung didapatkan nilai signifikan (p=0,773, p&amp;gt;0,005). Penelitian ini menunjukkan efektif tetapi tidak signifikan pengujian &amp;nbsp;ekstrak gel&amp;nbsp; ikan haruan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; ikan kembung&amp;nbsp; terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi hanya saja pada pengulasan ekstrak gel ikan haruan penyembuhan luka mengalami mengecilan dan&amp;nbsp; pada hari ke-5 (lima).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/165</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v9i2.165</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v9i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/165/134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/166</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:06Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efektifitas Larutan Kulit Manggis Dengan Variasi Konsentrasi Terhadap Gingivitis Pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Martapura</dc:title>
	<dc:creator>Habibah, Siti Sab’atul</dc:creator>
	<dc:creator>K.Utami, Naning</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayati, Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menurut data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyebutkan prevalensi gingivitis diseluruh dunia adalah 75%-90%. Beberapa penelitian menyebutkan prevalensi gingivitis semakin meningkat, 8% pada anak usia 4-6 tahun, 28% pada usia 6-15 tahun, 50% pada usia 6-12 tahun, dan 75% pada usia 5-14 tahun. Tanaman berkhasiat obat dipelajari secara ilmiah terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu jenis tanaman obat tersebut adalah manggis. Kandungan terbesar tedapat pada kulit buah yang terkandung senyawa xanton. 
Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian larutan kulit manggis&amp;nbsp; tehadap penurunan skor gingivitis di SMPN 1 Aluh-Aluh Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Metode penelitian bersifat eksperimen semu dengan rancangan one group pretest posttest, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Martapura. Pengambilan sampel dengan cara accidental sampling, yaitu kelas VII A, VIIB, VIIC berjumlah 60 siswa dengan kasus gingivitis Variabel yang diukur adalah skor gingitivis dengan skor gingival indeks. Analisis&amp;nbsp; statistik Paired T-Test menghasilkan nilai p sebesar 0,00 (p&amp;lt; 0,05).
Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberian larutan kulit manggis terhadap penurunan skor gingivitis, dan konsentrasi 20 % lebih efektif dari konsentrasi&amp;nbsp; 15%.
Disarankan bagi petugas kesehatan gigi memprogramkan pelaksanaan penyuluhan untuk pengobatan gingivitis yang aman dan murah, gunakanlah larutan kulit manggis&amp;nbsp; konsentrasi 20 %</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/166</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/166/122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/167</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:04Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Gambaran kondisi klinis rongga mulut pada penderita tb parudi kecamatan cerbon kabupaten barito kuala Provinsi kalimantan selatan</dc:title>
	<dc:creator>amperawati, metty</dc:creator>
	<dc:creator>said, fahmi</dc:creator>
	<dc:creator>suryana, endang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Mulut mempunyai resisten tinggi terhadap invasi kuman tuberculosis, kemungkinan tersebar lesi tuberculosis di dalam mulut merupakan akibat penyebaran secara hematogen kuman-kuman yang berasal dari suatu focus di suatu tempat di dalam tubuh. Dalam beberapa kasus tentang keterlibatan rongga mulut pada pasien TB ditemukan diantaranya : ulserasi, nodul,, granuloma, dan proliferasi mukosa juga gingivitis dan periodontitis yang lebih parah pada individu yang menderita tuberkulosis.
Tujuan umum penelitian ini&amp;nbsp; untuk mengetahui Kondisi Klinis Rongga Mulut pada Penderita TB Paru di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.
Manfaat penelitian adalah Sebagai input pengelola program untuk melakukan upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut terutama penderita TB paru.
Rancangan penelitian adalah bersifat deskriptif, Sampel penelitian diambil secara total sampling adalah seluruh penderita TB paru di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala sebanyak 40 orang,
Hasil penelitian dan Kesimpulan Penderita TB Paru di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala didapatkan OHI-S Buruk, DMF-T tinggi, Kondisi Klinis Jaringan lunak Rongga Mulut didapatkan 5% periodontitis, 10% penyakit gingivitis dan 2,5% nodul.
Saran pada petugas kesehatan gigi lebih meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan gigi dan mulut pada penderita penyakit sistemik terutama TB paru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/167/123</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/168</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:03Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pertumbuhan Dan Perkembangan Motorik Kasar  Bayi Dengan Pemberian Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Ulin Banjarbaru</dc:title>
	<dc:creator>sajiman, sajiman</dc:creator>
	<dc:creator>nurhamidi, Nurhamidi</dc:creator>
	<dc:creator>mahpolah, Mahpolah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Proses pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan balita merupakan proses yang teramat penting dalam menentukan masa depan anak baik secara fisik, mental maupun perilaku.Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia bayi 6 bulan. Penelitiaan ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan&amp;nbsp; perkembangan motorik kasar bayi dengan pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru.
Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan design cross sectional.Populasi adalah semua bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Seungai Ulin, sedangkan Sampel adalah bayi usia 3 - 6 bulan yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data pemberian ASI Ekslusif dengan menggunakan kuesioner, data pertumbuhan bayi&amp;nbsp; diukur dengan metode antropometri dengan Indeks IMT/U dimana berat badan (BB) di ukur dengan alat timbang Dacin dan panjang badan (PB) diukur dengan alat pengukur panjang badan, sedangkan untuk mengukur perkembangan menggunakan instrument kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP). Analisis menggunan Mann Whitney U Test
Hasil menunjukkan bahwa&amp;nbsp; 63,3% bayi sudah tidak mendapatkan ASI Eksklusif, 80,0% bayi berkembang dengan normal dan selebihnya mengalami perkebangannya meragukan. Sebanyak&amp;nbsp; 73,3% bayi tumbuh normal selebihnya mengalami pertumbuhan dengan kegemukan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan pertumbuhan&amp;nbsp; antara bayi yang mendapat ASI ekslusif dan yang tidak mendapat ASI eksklusif (p=0,235), sedangkan&amp;nbsp; bayi yang mendapat ASI eksklusif&amp;nbsp; mengalami perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (p=0,040)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/168</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.168</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/168/124</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/169</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Hubungan Asupan Serat, Kolestrol,  Natriumdan Olahraga Dengan Kadar Kolestrol Dan Hipertensi Pada Lansia Di Kelompok Lansia Wilayah Puskesmas S.Parman  Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>aprianti, aprianti</dc:creator>
	<dc:creator>magdalena, Magdalena</dc:creator>
	<dc:creator>yusuf, Alfian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hiperkolesterolemia merupakan kelebihan kolesterol di dalam darah, yang merupakan faktor penyebab terjadinya penyakit jantung dan stroke.&amp;nbsp; Penyebab hipertensi adalah keturunan, umur, jenis kelamin, kegemukan (makan berlebih), kurang olahraga, stres, konsumsi garam berlebih, pengaruh lain : merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan. Di Indonesia&amp;nbsp; sebanyak 23,34 % dari total populasi&amp;nbsp; mengalami sindrom metabolik (termasuk hipertensi, hiperkolesterol) 26,2 % pada laki-laki dan 21,4 % perempuan. Hipertensi di Asia diperkirakan sudah mencapai 8 – 18 % (2).&amp;nbsp; Dari berbagai penelitian epidemiologi yang dilakukan di Indonesia menunjukkan 18 – 28,6 % penduduk yang berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi. Tujuan&amp;nbsp; penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hubungan asupan serat,kolesterol, natrium dan olahraga dengan kadar kolesterol dan hipertensi pada lansia di kelompok lansia S. Parman Banjarmasin.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian diskriftif analitik dengan menggunakan desain cross sectional studi, yang dilaksanakan di kelompok lansia Wilayah Puskesmas S. Parman Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2015 dengan jumlah sampel 50 orang. Data yang diperoleh adalah asupan kolesterol dan natrium serta kadar kolesterol dan hipertensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square (p&amp;lt;0,005).Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden adalah perempuan (68%), umur responden sebagian&amp;nbsp; besar kurang dari 60 tahun (56%), dan pekerjaan responden sebagian besar&amp;nbsp; adalah tidak bekerja/IRT (48%). Sebagian besar asupan serat responden tidak baik(96%), asupan kolesterol sebagian besar baik (82%), asupan natrium semuanya baik(100%), Sebagian besar aktivitas olahraga responden kurang baik(88%), tidak ada hubungan antara asupan serat dan kolesterol dengan kadar kolesterol dan hipertensi, tidak ada hubungan antara aktivitas olahraga dengan kadar kolesterol dan hipertensi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Saran pada penelitian ini agar dapat digunakan sebagai bahan edukasi kepada responden (masyarakat) untuk memperbaiki gaya hidup agar mengkonsumsi sayur dan buah yang cukup, sehingga asupan serat tercukupi, serta meningkatkan aktifitas fisik (olahraga) yang cukup 3 kali dalam seminggu selama 30 menit, misalnya jalan kaki</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.169</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/169/125</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/170</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kajian proporsi rumput laut dan kulit buah naga  terhadap mutu permen jelly</dc:title>
	<dc:creator>yanti, rusmini</dc:creator>
	<dc:creator>novita, sari</dc:creator>
	<dc:creator>syainah, Ermina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tubuh kita bisa mengalami kenaikan berat badan akibat kurang serat. Berdasarkan Riskesdas (2013) proporsi penduduk ≥ 10 tahun yang kurang makan sayur dan buah adalah 93,5%. Rumput laut merupakan sumber serat pangan yang baik namun pemanfaatan rumput laut di Indonesia masih terbatas. Kandungan serat pada rumput laut dapat dimanfaatkan untuk menggantikan sayuran. Permen jelly rumput laut merupakan salah satu upaya pemanfaatan rumput laut. Untuk memberikan variasi warna pada permen jelly, perlu ditambahkan kulit buah naga untuk menghasilkan kualitas permen yang lebih bagus.Tujuan penelitian adalah mengetahui mutu dan daya terima permen jelly yang dibuat dari proporsi rumput laut dan kulit buah naga yang berbeda.
Penelitian bersifat eksperimen dengan rancangan acal lengkap 5 perlakuan yaitu P1(90%:10%), P2 (80%: 20%), P3 (70%:30%), P4 (60%:40%) dan P5 (50%:50%) dan 3 (tiga) replikasi. Sampel yang digunakan adalah rumput laut (Gracilariasp) dan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang dibeli di pasar di daerah kota Banjarbaru. Penelitian di Laboratorium&amp;nbsp; Ilmu Teknologi Pangan dan Laboratorium Kimia Jurusan Gizi Poltekkes Banjarmasin serta Laboratorium FMIPA Unlam Banjarmasin pada bulan Juni 2015.
Hasil penelitian diperoleh baik serat kasar , pH dan guka pereduksi paling tinggi pada P5, sedangkan kadar air paling tinggi pada P4. Terdapat pengaruh proporsi rumput laut dan kulit buah naga terhadap kadar serat kasar, pH, kadar gula peredusksi dan tidak terdapat pengaruh proporsi rumput laut dan kulit buah naga terhadap kadar air permen jelly. Terdapat pengaruh proporsi rumput laut dan kulit buah naga terhadap daya terima warna,aroma, rasa dan tidak terdapat pengaruh terhadap tekstur permen jelly. Perlu dilakukan pengolahan permen jelly dengan metode pengeringan, mengurangi jumlah asam sitrat dan menguji daya simpannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/170/126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/171</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Factors Assosiated With Hellp Syndrome On Severe Preeclampsi Dan Eclampsia In General Hospital Ulin Banjarmasin 2012-2013</dc:title>
	<dc:creator>zakiah, zakiah</dc:creator>
	<dc:creator>dewi, vonny khresna</dc:creator>
	<dc:creator>rizani, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Purpose: To know the factors that assosiated with HELLP syndrome on severe preeclampsi dan eclampsia in General Hospital Ulin banjarmasin 2012-2013.
Methods: the research was analytical with cross sectional study. The sampel was parturient with preeclampsia and eclampsia in General Hospital Ulin Banjarmasin periode 2012-2013. The sampels selected through simple random samplingwith 100 respondent. Data analyzed with Chi Square test(α=0,05).
Result: the prevalence of HELLP syndrome at General Hospital Ulin Banjarmasin was 24%, wich consisted 61,0% multipararous, 77,0% found at maternal age ≥ 25 years and with no delivery complication.&amp;nbsp; There was no assosiation between parity, age, and historical delivery.
Conclusion: prevalence of HELLP syndrome was 24%, most of&amp;nbsp; the cases was found at maternal age ≥ 25 years.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/171/127</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/172</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh faktor personal  (sikap, norma subyektif, persepsi pengendalian perilaku) dan  sosial (tekanan kelompok sebaya)terhadap perilaku merokok  berdasarkan  theory of planned  behavior</dc:title>
	<dc:creator>kirana, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>chairiyah, Chairiyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa&amp;nbsp; kanak-kanak menuju&amp;nbsp; ke masa dewasa. Masa&amp;nbsp; remaja disebut juga&amp;nbsp; sebagai masa pancaroba yang penuh gejolak dan keadaan yang tak menentu.Keadaan ini terjadi karena di satu pihak remaja ingin dianggap sudah bukan anak-anak lagi, tetapi&amp;nbsp; di lain pihak remaja masih bergantung pada orangtua. Hal inilah yang menyebabkan remaja mengalamikrisisidentitas diri.Merokokmerupakan kebiasaan remaja yang sulitdihindari.Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,di antaranya masa perkembangan remaja yang sedang mencari identitas diri dan selalu ingin mencoba hal baru
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh faktor personal (sikap, norma subyektif, persepsi pengendalian perilaku) dan&amp;nbsp; sosial(tekanan kelompok sebaya) terhadap perilaku merokok&amp;nbsp; berdasarkan theory of planned&amp;nbsp; Behavior pada siswa MTsN Banjar Selatan 2 Pekauman Banjarmasin.
Penelitian ini&amp;nbsp; termasuk penelitian observasional&amp;nbsp; dengan pendekatan&amp;nbsp; cross sectional. Populasi penelitian siswa MTsN Banjar Selatan 2 Pekauman Banjarmasin.Sampel sebanyak 40 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling.Teknik analisa data dengan data kuantitatif, adalah univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian siswa, yaitu sebanyak 15 orang siswa(37,5%) menyatakan kadang-kadang merokok, ada hubungan sikap dengan perilaku merokok, ada hubungan norma subyektif dengan perilaku merokok, ada hubungan persepsi pengendalian perilaku dengan perilaku merokok dan ada hubungan tekanan kelompk sebaya dengan perilaku merokok. Pada uji regresi linier berganda didapatkan persamaan regresi yang memperlihatkan pengaruh variabel bebas terhadap perilaku merokok.
Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh faktor personal (sikap, norma subyektif, persepsi pengendalian perilaku) dan sosial (tekanan kelompok sebaya) terhadap perilaku merokok&amp;nbsp; berdasarkan theory of planned&amp;nbsp; Behavior</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/172</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.172</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/172/128</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/174</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Hubungan Pengetahuan Pemerantasan  Sarang Nyamuk  Dan Keberadaan Jentik Aedes Sp Di Kelurahan Jambu Hilir Kecamatan Kandangan Tahun 2016</dc:title>
	<dc:creator>hardiono, Hardiono</dc:creator>
	<dc:creator>jubaidah, Tien</dc:creator>
	<dc:creator>jamilah, Jamilah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Village of Jambu&amp;nbsp; Hilir&amp;nbsp; is one endemic Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Hulu Sungai Selatan Distric . Data from Puskesmas Jambu Hilir&amp;nbsp; In 2011, there were 15 cases of DHF and in 2012 there were 34 cases of dengue fever, in 2013 there were 37 cases of one person died and in 2014 to 8 cases of DHF, and in 2015 increased to 58 cases of DHF, and 1 people died, while Figures Free Flick (ABJ) 67.9% lower (&amp;lt;95%). This study aims to determine the relationship between knowledge about mosquito nest eradication (PSN DBD) with the presence of larvae of Aedes aegypti (Ae. Aegypti) households in the village of Jambu Hilir.
&amp;nbsp;Cross sectional study was conducted in 64 households, selected by simple random sampling of 236 households. Respondents are heads of households. The independent variable was public knowledge about the PSN while the dependent variable was the presence of mosquito larvae Ae. aegypti. Data were collected by interviews face
advance individually housed in homes using questionnaires and observation. Data analysis was performed using univariate, bivariate and analyzed using Chi – square Test.
&amp;nbsp;Results showed knowledge about PSN good category 31.3%, 14.1% lacking&amp;nbsp; and sufficient 54.7%. The house is positive there Aedes sp larvae&amp;nbsp; 37.5% =&amp;nbsp; ABJ is 62.5%. Statistically significant relationship PSN level of public knowledge about the existence of Aedes sp larvae in the home (p = 0:00). It is suggested that efforts to change behaviors that support PSN DBD is still needed. Puskesmas need to increase health promotion on the dangers of dengue and its prevention, coordination across relevant sectors and the performance of larva monitoring (jumantik) to improve the PSN behavior of households, resulting in increased morbidity,&amp;nbsp; ABJ and a drop in dengue.
Keywords:Knowledge PSN, free numbers larva rate, Aedes aegypti, DHF</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/174</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/174/129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/175</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Intervensi Media Promosi Kesehatan Melalui Kesenian Banjar Untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Kalimantan Selatan</dc:title>
	<dc:creator>kholik, Syaifullah</dc:creator>
	<dc:creator>fathurrahman, Fathurrahman</dc:creator>
	<dc:creator>rahmawati, Ida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">RPJM bidang kesehatan 2015-2019 lebih mengutamakan pada upaya promotif dan preventif, dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Salah satu pendekatannya adalah dengan kegiatan promosi kesehatan. Dalam promosi kesehatan, seni tradisional dapat digunakan sebagai media untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel melalui program promosi kesehatan 2015 telah melaksanakan kegiatan pengembangan model intervensi budaya berupa kesenian tradisional Banjar untuk peningkatan cakupan program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di lima Kabupaten, yaitu Kabupaten Batola, Banjar, Tapin, Tanah Bumbu, dan HSU. Kegiatan intervensi kesenian daerah berupa Jepin Cerita, Damarwulan, Madihin, dan Mamanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui pentas kesenian daerah Banjar terhadap pengetahuan masyarakat tentang KIA.
Desain penelitianini adalah One Shot Case Study, yaitu dengan cara memberikan intervensi kepada suatu kelompok masyarakat (audience) berupa pertunjukan kesenian daerah&amp;nbsp; Banjar Madihin, Mamanda, Jepin Carita, Damarwulan, dan lain-lain. Setelah pertunjukan selesai, dilakukan penilaian (posttest) terhadap audience dengan cara wawancara dan angket (kuesioner). Intervensi dilakukan oleh Tim Promosi Kesehatan Kabupaten bekerja sama dengan Even Organizer (EO,)sedangkan evaluasi (posttest) dilakukan oleh Tim Dosen Poltekkes Banjarmasin. Data diolah dan dianalisis secara kualitatif dan deskriptif.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kesenian tradisional Banjar yang paling sering disaksikan responden adalah Madihin.Pertunjukan kesenian sebagai media intervensi promosi kesehatan cukup menarik bagi responden untuk disaksikan. Tingkat penerimaan pesan kesehatan oleh responden pada pertunjukan kesenian tradisional cukup baik. Hal ini didukung dengan data bahwa 90% responden dapat menyebutkan kembali pesan-pesan kesehatan yang disampaikan pada pertunjukan kesenian tersebut.
Pada saat melakukan pertunjukan disarankan agar pesan kesehatan dikemas secara “utuh” agar audience lebih mudah memahami pesan tersebut.Pertunjukan kesenian tradisonal yang memuat pesan kesehatan sebaiknya didokumentasikan dalam bentuk rekaman/video agar bisa diputar ulang dan disaksikan oleh masyarakat di tempat-tempat fasilitas pelayanan kesehatan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk dapat menentukan model intervensi kesenian tradisional Banjar yang sesuai untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Media Promkes ; Kesenian Banjar; KIA</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/175</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.175</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/175/130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/176</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:43Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemanfaatan Arang Aktif Dalam Menurunkan Logam Berat Terlarut(Pb)Padalimbahlaboratorium</dc:title>
	<dc:creator>haitami, Haitami</dc:creator>
	<dc:creator>muslim, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>nurlailah, Nurlailah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Laboratorium kimia pada pendidikan tenaga kesehatan merupakan sarana yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi civitas akademika. Tingkat penggunaan laboratorium tersebut sangat tinggi tergantung aktifitas dari pendidikan tinggi tersebut. Laboratorium pendidikan tenaga kesehatan seperti program studi Analis Kesehatan, Gizi dan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin banyak mengandung logam berat dan bahan-bahan berbahaya lainnya dalam aktifitas praktikum mahasiswa, sehingga menghasilkan limbah B3. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui variasi konsentrasi, lama waktu dan kecepatan pengadukan arang aktif. Hipotesis dalam penelitian ini adalah konsentrasi arang aktif, lama waktu dan kecepatan pengadukan mampu menurunkan kadar timbal dalam limbah laboratorium. Jenis penelitian yang digunakan adalah true eksperiment dengan menggunakan rancangan pretest and post test with control group design. Bahan penelitian yang digunakan adalah arang aktif komersial yang digunakan untuk pengolahan limbah kimia sisa hasil kegiatan praktikum mahasiswa.Data yang diperoleh dari pengukuran Pb berskala ukur ratio, dianalisa secara deskriptif dengan menghitung prosentasi rata-rata penurunan kadar Pb pada setiap varian. Untuk mengetahui kemampuan tiap varian ditentukan dengan menghitung prosentasi optimum dari tiap varian, di antaranya berapa variasi konsentrasi arang aktif. Hasil penelitian pengolahan limbah laboratorium dengan menggunakan arang aktif diperoleh konsentrasi optimum arang aktif adalah 25,0 g, dengan lama pengadukan selama 45 menit pada kecepatan pengadukan 150 rpm. Yang dapat menurunkan kadar Pb sampai 89,24%.&amp;nbsp; Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disarankan bahwa limbah laboratorium sisa hasil kegiatan praktikum, sebelum dibuang kelingkungan sebaiknya diolah dulu dengan menggunakan arang aktif. Untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan arang aktif yang telah diaktivasi, misalnya dengan menggunakan asam dan lain sebagainya.
Kata Kunci: Logam Berat, Arang Aktif</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/176</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i1.176</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/176/131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/182</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:02Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas bakteri acetobacter sp. Dalam mereduksi  biological oxygen demand  limbah cair industri tahu</dc:title>
	<dc:creator>maharso, maharso</dc:creator>
	<dc:creator>rahmawati, rahmawati</dc:creator>
	<dc:creator>isnawati, isnawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cair industri tahu bersifat ofensif dan mampu memberikan akibat buruk pada lingkungan ambiennya. Dalam waktu singkat lingkungan penerima limbah ini akan menjadi septik dan berbau. Hal itu dikarenakan limbah cair ini bersifat asam, mempunyai temperatur dan bahan organik yang tinggi, serta kandungan oksigen terlarut nol ppm.&amp;nbsp; Hampir semua zat organik yang masuk ke dalam badan air akan segera diuraikan oleh bakteri dekomposer. Zat organik tersebut dapat berupa karbohidrat, lemak, ataupun protein. Di antara senyawa-senyawa tersebut, protein dan lemaklah yang jumlahnya paling besar (Nurhasan dan Pramudyanto, 1987), yang mencapai 40% - 60% protein, 25 - 50% karbohidrat, dan 10% lemak (Sugiharto, 1987). Acetobacter adalah genus dari bakteri asam asetat yang ditandai dengan kemampuan untuk mengubah etanol menjadi asam asetat dengan adanya oksigen (an aerob fakultative). Pada penelitian eksperimen semu ini dilakukan perlakuan terhadap whey dengan menambahkan Acetobacter xy.dalam dosis 4% dan 8% dari volume whey, pengaturan pH, serta fermentasi dalam suasana an aerob fakultative selama 5 hari dan 7 hari. Kemudian dihitung efektivitas Acetobacter xy. dalam menurunkan parameter BOD limbah cair tahu (whey). Pada Corrected model pengaruh semua variable independen baik dosis, waktu fermentasi, dan Dosis*waktu fermentasi secara bersama-sama terhadap variable dependen (BOD5) adalah significan berarti model adalah valid. Nilai intercept menunjukan tanpa perlu dipengaruhi keberadaan variable independen maka variable dependen (BOD) dapat berubah. Dosis (P=0,002), waktu fermentasi (P=0,000) dan interaksi keduanya (P-0,000) (dosis*waktu fermentasi) juga signifikan mempengaruhi nilai BOD, walaupun untuk efektivitas di lapangan harus juga melihat atau membandingkan dengan standar&amp;nbsp; BOD yang bisa dibuang kelingkungan. Dengan R Squared = .831 (Adjusted R Squared = .751) menunjukan korelasi yang kuat karena mendekati 1. Perlakuan dan pengaturan berbagai faktor diatas menghasilkan efektivitas Acetobacter xy. yang terbaik adalah pada perlakuan dosis Acetobacter xy. 8% dan lama fermentasi selama 5 hari, yaitu mereduksi BOD sebesar 32%. Efektivitas sebesar ini tidak sebaik penurunan BOD secara alami di alam terbuka, yaitu sebesar 75% selama 5 hari. Hal itu diperkirakan karena Acetobacter xy. hanya efektive menguraikan kandungan karbohidrat dan bukan pada kandungan protein dan lemak dalam limbah cair tahu (whey) melalui proses an-aerob (fakultative). Sedangkan proses penurunan BOD di alam bebas terjadi secara aerobic dan an-aerob untuk semua unsur bahan organik. Disarankan pemanfaatan Acetobacter xy. untuk mereduksi BOD dikombinasikan dengan metode lain yang efektive mengurai protein dan lemak. Pemanfaatan Acetobacter xy dalam pengolahan limbah cair tahu (whey) masih dapat dipilih apabila tujuannya untuk mendapatkan produk sampingan berupa lapisan nata de soya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/182</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.182</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/182/135</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/184</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan di Sd/sederajat  Di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru</dc:title>
	<dc:creator>darmiah, darmiah</dc:creator>
	<dc:creator>zubaidah, Tien</dc:creator>
	<dc:creator>erminawati, erminawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Makanan jajanan di sekolah masih mengandung resiko yang potensial menyebabkan terjadinya penyakit (food borne diseases). Anak usia sekolah sering menjadi korban penyakit melalui makanan jajanan terkontaminasi mikroba maupun bahan kontaminasi lainnya. Tujuan penelitian mengetahui hygiene sanitasi makanan jajanan di SD/Sederajat di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengambilan dan pemeriksaan 10 (sepuluh) jenis sampel. Variabel penelitian kualitas bakteriologis makanan, faktor orang, peralatan dan sarana penjualan makanan. Analisis data berpedoman pada Kepmenkes RI No.942/Menkes/SK/VII/2003 dan BPOM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011. Hasil penelitian menunjukkan hygiene sanitasi makanan jajanan 30% memenuhi syarat, 70% tidak memenuhi syarat. Hygiene dan sanitasi masih perlu ditingkatkan terutama hygiene perorangan pedagang, penggunaan peralatan pada saat mengambil makanan, dan perlu menyediakan tempat air pada sarana penjaja untuk mencuci tangan. Disarankan kepada instansi terkait untuk melakukan pelatihan tenaga penjamah makanan jajanan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penjamah makanan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas makanan.
&amp;nbsp;
Kata kunci: hygiene; sanitasi; makanan jajanan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/184</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/184/136</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/185</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Persepsi Tentang Hiv/Aids Antara Ibu Yang Bekerja Dengan Ibu Yang Tidak Bekerja Di Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru</dc:title>
	<dc:creator>zainab, zainab</dc:creator>
	<dc:creator>mariana, evi risa</dc:creator>
	<dc:creator>kholik, Syaifullah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Berdasarkan data UNAIDS (2002), perempuan sebagai kelompok yang paling tinggi terinfeksi HIV-AIDS di seluruh dunia, dari 36,6 juta orang pada tahun 2002 menjadi hampir 40 juta pada tahun 2004, dan 47% adalah perempuan. (Jurnal Perempuan. Kerentanan Perempuan tertular HIV-AIDS. Yayasan Jurnal Perempuan. Jakarta. 2005) Berdasarkan&amp;nbsp; jumlah kasus HIV-AIDS Juni 2013, dari 707 total kasus HIV-AIDS di Kalimantan Selatan sebesar 54,17% adalah perempuan. (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.Laporan KPA Banjarmasin, 2013). Selama ini masyarakat berpersepsi, hanya kelompok resiko tinggi seperti pekerja seks, langganan pekerja seks dan pecandu narkotika yang bisa terkena HIV/AIDS. Kenyataannya kini, pasangan seks atau isteri sebagai bagian kelompok risiko rendah sudah terkena. Pada kenyataannya, banyak kasus dimana seorang perempuan yang setia pada pasangannya, dapat terkena HIV-AIDS karena tanpa sepengetahuan pasangannya ternyata sering berhubungan seks dengan orang lain. Walaupun diberitahu, pasangan atau isterinya cenderung tidak mau percaya.Upaya penanggulangan HIV-AIDS di kota Banjarbaru telah dilakukan antara lain dengan penyuluhan, KIE melalui media massa dan media lain untuk memberikan informasi terkait dengan HIV-AIDS.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi tentang HIV-AIDS pada ibu yang bekerja dengan ibu yang tidak bekerja di Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jenis komparatif. Variabel dalam penelitian ini adalah Persepsi ibu tentang HIV-AIDS, Ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berkunjung ke puskesmas Sei.Besar Banjarbaru. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup yang dikumpulkan dari responden. Analisis&amp;nbsp; data&amp;nbsp;&amp;nbsp; menggunakan&amp;nbsp; uji Chi Square dengan taraf signifikansi α 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan persepsi tentang HIV-AIDS antara ibu bekerja dan tidak bekerja di Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Saran bagi Dinas Kesehatan umumnya dan Puskesmas khususnya agar lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang HIV-AIDS kepada masyarakat umumnya dan ibu-ibu khususnya
Kata kunci : Persepsi, Pekerjaan, HIV-AIDS</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/185</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.185</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/185/137</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/186</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Masa Sapih Terhadap Risiko Obesitas Pada Anak Usia Prasekolah Di Kecamatan Banjarbaru Utara</dc:title>
	<dc:creator>hapisah, hapisah</dc:creator>
	<dc:creator>angin, Nirwana Per</dc:creator>
	<dc:creator>darmayanti, darmayanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Obesitas dapat terjadi pada semua tahap usia mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Usia prasekolah cenderung terjadi peningkatan obesitas yaitu sebesar 31%. Anak yang mengalami obesitas pada usia prasekolah akan tetap mengalami obesits sebanyak 62,5% pada usia selanjutnya. Obesitas berdampak pada peningkatan tekanan darah, peningkatan kolesterol dan peningkatan kadar insulin serta dapat terjadi henti napas pada saat tidur, menurunkan daya ingat dan fungsi belajar. Pemberian makanan padat terlalu dini&amp;nbsp; atau pemberian PASI yang dikenalkan pertama dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan selanjutnya. Anak akan cenderung menyukai makanan tertentu setelah dikenalkan variasi rasa makanan oleh ibunya. Dengan demikian, pemberian ASI&amp;nbsp; pada anak akan menjadi berkurang bahkan disapih sebelum waktunya.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh masa sapih terhadap risiko terjadinya obesitas pada anak pra sekolah di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru.&amp;nbsp;
Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional, dengan rancangan anmatched case control study melalui pendekatan kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia pra sekolah di empat sekolah yaitu TK Kanzul Khairat, TK Shandy Putra, TK ABA Rahmaniah dan TK Joyce sebanyak 471 orang. Sampel kasus adalah anak usia pra sekolah yang mengalami obesitas dan sampel kontrol adalah anak usia pra sekolah yang tidak mengalami obesitas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel kontrolnon probability sampling dengan metode consecutive sampling. Besar sampel kontrol dengan rasio 1:1.
&amp;nbsp;
Hasil penelitian terdapat sebanyak 49 orang (10,4%) anak usia pra sekolah (4-6 tahun) yang mengalami obesitas. Masa sapih 33 orang (33,7%) pada usia &amp;lt; 6 bulan, 18 orang (18,4%) pada usia antara 6-12 bulan, 27 orang (27,5%) pada usia 1-2 tahun dan 10 orang (20,3%) pada usia &amp;gt;2 tahun. Hasil uji chi square didapatkan nilai p = 0,428 &amp;gt; α 0,05 berarti tidak ada pengaruh usia masa sapih dengan kejadian obesitas di TK Wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara Tahun 2015
&amp;nbsp;Kata Kunci : Obesitas, masa sapih</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/186/138</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/187</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kematian Perinatal Di Kotamadya Banjarmasin Tahun 2015</dc:title>
	<dc:creator>maslani, noorhayati</dc:creator>
	<dc:creator>isnaniah, isnaniah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Angka kematian perinatal dengan cepat dapat dirasakan penurunannya tetapi AKI belum banyak terjadi penurunan. Hal tersebut disebabkan masih banyak mempunyai peluang untuk dapat menghindari atau menurunkannya pada&amp;nbsp; pertolongan pertama yang sangat diperlukan. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kematian Perinatal diwilayah kerja Puskesmas Kotamadya Banjarmasin bahwa kematian perinatal sebanyak 54 orang yang disebabkanoleh BBLR sebanyak 46 %, Asfiksia&amp;nbsp; sebanyak 28&amp;nbsp; %, Tetanus sebanyak 1,5 %, Infeksi sebanyak 6 % dan lain-lain sebanyak 18,5 %.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian Perinatal di wilayah kerja Puskesmas Kotamadya Banjarmasin tahun 2014
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cros sectional dengan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Pengumpulan data retrospektif mengunakan buku register ibu bersalin, register kematian bayi dan atopsi verbal kematian perinatal.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hasil penelitian menunjukan dari 162 responden yang melahirkan&amp;nbsp; sebanyak 54 orang yang bayinya lahir mati dan umur ibu dalam katogori aman. Hasil stastik dengan menggunakan uji chi square didapat nilai p 0,218 maka nilai p &amp;gt;α&amp;nbsp; ini berarti Ho ditolak,artinya tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kematian perinatal sedang berat&amp;nbsp; badan lahir dari 54 responden yang melahirkan bayi lahir mati sebanyak 25 orang&amp;nbsp; (46 %) disebabkan oleh BBLR dan 29 orrng (53,7 %) BBLN hasil statistic dengan menggunakan uji chi square didapat nilai p &amp;gt; 0,000 maka nilai p &amp;lt; α ini berarti h0 diterima, artinya ada hubungan berat badan lahir dengan kematian perinatal diwilayah kerja Puskesmas Kotamadya Banjarmasin tahun 2014
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disarankan kepada petugas terutama koordinator KIA untuk memberikan&amp;nbsp; monitoring&amp;nbsp; lebih ketat terutama pada ibu yang aman&amp;nbsp; dan tidak aman begitu juga pada ibu yang melahirkan&amp;nbsp; bayi dengan berat badan lahir rendah maupun Berat badan lahir normal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/187</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.187</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/187/139</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/188</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:01Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peranan Asupan Energi, Protein, Dan Lama Hemodialisa Terhadap Status Gizi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa  (di RSUD RATU ZALECHA Martapura Tahun 2015)</dc:title>
	<dc:creator>farhat, yasir</dc:creator>
	<dc:creator>fathurrahman, fathurrahman</dc:creator>
	<dc:creator>abdurrachim, rijanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banyak ditemukan pasien gagal ginjal dengan malnutrisi terutama akibat dari rendahnya konsumsi makanan, perasaan mual, pembatasan diet, serta pengobatan yang dapat menyebabkan efek samping saluran pencernaan. Selain itu penyesuaian dalam melaksanakan hemodialisis juga memberikan dampak psikis pasien yang berpengaruh terhadap pelaksanaan diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan energi, protein, dan lama hemodialisa terhadap status gizi pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa di BLUD Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Tahun 2015
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Retrospective. &amp;nbsp;Penelitian&amp;nbsp; dilakukan di BLUD Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura di Ruang Hemodialisa pada bulan Juli- Agustus 2015. Populasi adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang rutin menjalani hemodialisa dan sampel adalah bagian populasi diambil dengan cara &amp;nbsp;purposive sampling dan dianalisis dengan uji&amp;nbsp; regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan&amp;nbsp; bahwa asupan energi&amp;nbsp; dan protein responden sebagian besar deficit, sebagian besar telah lama menjalani hemodialisa dan Status gizi hampir seluruhnya normal dan lebih.&amp;nbsp; Tidak ada peranan asupan energy, protein dan lama hemodialisa terhadap status gizi pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa (p&amp;gt;0,05)
Hendaknya pasien mematuhi tentang diet yang telah diberikan ahli gizi dan perlu adanya peranan ahli gizi di ruang hemodialisa terkait dengan perlunya perencanaan diet yang tepat serta pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar di ruang Hemodialisa
&amp;nbsp;
Kata Kunci&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Asupan energi, asupan protein, hemodialisa, indeks massa tubuh</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/188/140</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/189</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kandungan Bakteri Asam Laktat Pada  Minuman Probiotik Sebagai Bahan Alternatif Meningkatkan Kesehatan Saluran Cerna Anak Gizi Kurang</dc:title>
	<dc:creator>andrestian, meilla dwi</dc:creator>
	<dc:creator>dewi, zulfiana</dc:creator>
	<dc:creator>netty, netty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dampak kurang gizi sangatlah luas, maka diperlukan upaya penanganan gizi kurang pada anak.Berkaitan dengan hal tersebut, telah dilakukan intervensi pemberian makanan tambahan pada anak.Agar pemberian makanan tambahan yang diberikan dapat diserap dengan sempurna, saluran cerna harus dalam keadaan sehat.Minuman probiotik merupakan salah satu pangan fungsional yang di dalamnya terdapat bakteri probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.Di dalam usus besar sisa-sisa makanaan yang tidak dicerna difermentasi olah bakteri usus menghasilkan asam lemak rantai pendek (Short-chain fatty acids) yang bermanfaat untuk kesehatan usus dan memungkinkan untuk mengurangi resiko kanker kolon rektal.Hampalam (Mangifera sp) merupakan buah spesifik Kalimantan Selatan yang merupakan sejenis buah mangga, tetapi ukurannya lebih kecil.Namun sayang, produksi yang melimpah belum diikuti dengan pemanfaatan yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Bakteri Asam Lakta pada&amp;nbsp; minuman probiotik sebagai bahan alternatif meningkatkan kesehatan saluran cerna anak gizi kurang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Data yang diharapkan yaitu kadar asam laktat, mutu organoleptic, dan kelayakan finansial minuman probiotik buah kasturi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program computer, dan uji statistic menggunakan uji beda.Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan altarnatif dalam menanggulangi masalah gizi kurang, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan dan secara umum di seluruh Indonesia. Selain itu penelitian ini juga diharapkan meningkatkan pemanfaatan buah kasturi sebagai buah khas Kalimantan Selatan
hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kadar asam laktat pada minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan kultur murniadalah sebesar 0,67%, sedangkan kadar asam laktat pada minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan kultur adaptasi adalah sebesar 0,33%. Terdapat perbedaan yang nyata pada kandungan asam laktat minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda (p=0,000, α=0,01).&amp;nbsp; Terdapat perbedaan yang nyata (α=0,05) pada mutu organoleptik warna, aroma dan kekentalan minuman probiotik hampalam yang diinokulasi dengan inokulum berbeda, namun tidak ada perbedaan yang nyata (α=0,05) pada mutu organoleptik rasa minuman probiotik hampalam&amp;nbsp; yang diinokulasi dengan inokulum yang berbeda. Biaya produksi minuman probiotik hampalam adalah sebesar Rp 2.811,50/kemasan dengan harga jual Rp 5.000,00.&amp;nbsp; Nilai B/C Ratio 1,78
Kata Kunci : Hampalam, Minuman Probiotik, Kultur&amp;nbsp; Murni L. Bulgaricus, Kultur &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adaptasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/189</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.189</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/189/141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/190</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Asupan Natrium Dan Kafein Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Teluk Dalam  Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>magdalena, Magdalena</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi adalah suatu gangguan pada sistem peredaran darah, yaitu apabila tekanan darah pada saat jantung brkontraksi (sistol) sebesar 140 mmHg dan tekanan darah pada saat ototj antung rileks (diastol) sebesar 90 mm Hg. Penyebab hipertensi adalah keturunan, umur, jenis kelamin, kegemukan (makan berlebih), kurang olahraga, stress, konsumsi garam berlebih, pengaruh lain : kafein, merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan. Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan nama penyakit darah tinggi merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80mmHg. Batas tekanan darah yang&amp;nbsp; masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi. &amp;nbsp;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingka tasupan natrium dan kafein pada penderita hipertensi di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian diskriftif kualitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Accidental sampling, jumlah sampel adalah 51 0rang.
Hasil penelitian ini adalah :Responden paling banyak adalah jenis kelamin perempuan, yaitu 40 orang (78,43%), umur responden paling banyak berkisar antara 41 – 50 tahun yaitu, 18 orang (3530%), Tingkat pendidikan responden paling banyak adalah SMU yaitu, 22 orang (43,14%). Sebagian besar responden hipertensi mengkonsumsi garam ≤ 2400 mg/
hari adalah 40 orang (78,43%). Sebagian besar responden hipertensi mengkonsumsi kopi ≤ 2 cangir/hariyaitu 40
Orang (94,12%). Saran : untuk mengetahui faktor lain penyebab&amp;nbsp; hipertensi dengan menambah variabel lain diantaranya, keturunan,,stress, merokok, minum alkohol, tingkat aktifitas.
Kata kunci&amp;nbsp; :penggunaangaram, konsumsikafein, hipertensi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/190</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.190</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/190/142</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/191</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Risiko Autisme Pada Kehamilan Dengan  Diabetus Mellitus dan Obesitas  Di RSUD Ulin Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>rafidah, rafidah</dc:creator>
	<dc:creator>yuliastuti, erni</dc:creator>
	<dc:creator>suhrawardi, suhrawardi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan :&amp;nbsp; menganalisis risiko autisme pada kehamilan dengan diabetus mellitus dan hipertensi di RSUD Ulin Banjarmasin.
Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan case control study. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berisi daftar pertanyaan dan rekam medis. Populasi penelitian adalah ibu yang membawa anaknya berkunjung ke Poliklinik Tumbuh Kembang RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2015. Sampel sebagai kasus adalah ibu yang memiliki anak autisme yang terdaftar dan berkunjung ke Poliklinik Autisme RSUD Ulin Banjarmasin berjumlah 21 orang. Sampel sebagai kontrol adalah ibu yang memiliki anak tetapi tidak menderita autisme yang berkunjung ke Poliklinik Tumbuh Kembang RSUD Ulin Banjarmasin berjumlah 84 orang. Analisis data untuk mengaruhi risiko autisme pada kehamilan dengan obesitas dan diabetes mellitus menggunakan Uji Chi Square dengan Confidence Interval 95%.
Hasil penelitian : didapatkan responden pada kelompok kasus terdapat 1 orang (4,8%) yang mengalami diabetus mellitus dalam kehamilan dan dari 21 responden pada kelompok kasus terdapat&amp;nbsp; 9 orang (42,9%) mengalami obesitas dalam kehamilan dan dari 84 orang pada kelompok kontrol terdapat 51 orang (60,7%) mengalami obesitas dalam kehamilan. Hasil uji Chi Square didapatkan p = 0,4, artinya diabetus mellitus dalam kehamilan bukan merupakan faktor risiko terjadinya autisme. Sedangkan dari 21 responden yang mengalami autisme terdapat 9 orang (42,9%) mengalami obesitas dalam kehamilan. Hasil uji Chi Square didapatkan p = 0,2 , artinya obesitas dalam kehamilan bukan merupakan faktor risiko terjadinya autisme.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Autisme, Diabetes Mellitus, Obesitas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/191/143</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/192</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:51:13Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Dengan Indeks DMF-T Pada Murid Kelas III DAB IV Sekolah Dasar Negeri Gambut 5 Pematang Panjang Kabupaten Banjar</dc:title>
	<dc:creator>Salamah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>rahmawati, ida</dc:creator>
	<dc:creator>danan, danan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Beberapa faktor yang dianggap sebagai faktor risiko adalah pengalaman karies, penggunaan fluor, oral higiene, jumlah bakteri, saliva dan pola makan. Keberhasilan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh faktor penggunaan alat, metode menyikat gigi, serta frekuensi dan waktu menyikat gigi yang tepat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan perilaku menyikat gigi dengan Indeks DMF-T pada murid kelas III dan IV SDN Gambut 5. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan secara cross sectional Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 62 orang. Data diambil dengan observasi langsung dan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitasnya. Data dianalisa menggunakan uji chie square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 (90,3%) memiliki perilaku menyikat gigi kategori baik dengan indeks DMF-T yang rendah (62.9%). Hasil uji chie square nilai p- value &amp;lt; dari 0.005 yaitu 0.002 hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perilaku menyikat gigi dengan indeks DMF-T pada murid kelas III dan IV SDN Gambut 5.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan agar murid lebih meningkatkan perilaku menyikat giginya terutama waktu dan cara menyikat gigi, dan petugas kesehatan gigi dapat melakukan penambalan sehingga dapat mengurangi angka kejadian karies (DMF-T) menjadi lebih rendah.Kata Kunci : Perilaku menyikatgigi , indeks DMF-T</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/192</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v7i2.192</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/192/144</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/193</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:23Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Larutan Tawas Dan Skala Warna Air Limbah Industri Sasirangan</dc:title>
	<dc:creator>khair, abdul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam rangka pemenuhan keperluan kain sasirangan, banyak didirikan industri kainSasirangan baik dalam skala besar maupun skala rumah tangga. Sebagaimana industritekstil lainnya, pembuatan kain sasirangan melibatkan proses pewarnaan dan pencelupandengan menggunakan pewarna sintetik seperti naphtol, indigosol, reaktif dan indanthreenyang akan menghasilkan limbah cair berwarna pekat dalam jumlah yang cukup besar.Pelepasan air limbah industri tekstil ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahanterlebih dahulu dapat merusak ekosistem badan air penerima dan menjadi racun bagiorganisme air, bahkan beberapa jenis pewarna diduga bersifat karsinogen danmembahayakan kesehatan manusia. Berbagai proses pengolahan telah digunakan untukmenghilangkan zat warna pada air limbah, seperti; proses koagulasi/flokulasi. Berdasarkanpengamatan warna air limbah industri sasirangan tampak sangat pekat. Percobaanpengolahan air limbah industri sasirangan dilakukan untuk menurunkan skala warnanya.Koagulan yang digunakan adalah tawas karena murah dan mudah didapat. Penelitianpenurunan skala warna air limbah industri sasirangan dengan penambahan larutan tawasmerupakan penelitian eksperimental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiskala warna air limbah industri sasirangan dengan penambahan larutan tawas. Penelitiandilakukan dengan cara menambahkan berbagai dosis larutan tawas pada sampel air limbahindustri sasirangan.Air limbah sasirangan mempunyai karateristik warna = 250 TCU, dan pH = 8,16. Adaperbedaan skala warna air dan pH air limbah industri sasirangan yang ditambahkanberbagai dosis larutan tawas. Ada hubungan skala warna air dan pH air limbah industrisasirangan dan dosis larutan tawas. Dosis larutan tawas 2% optimal untuk desainpengolahan warna air limbah sasirangan adalah 7,7 ml/l.Kata Kunci :Tawas, Limbah, Sasirangan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/193</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.193</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/193/145</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/194</identifier>
				<datestamp>2019-05-15T02:38:22Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Kepadatan Larva Aedes Sp Pada Daerah Endemisitas Berbeda  Di Kota Ternate</dc:title>
	<dc:creator>muhlisa, muhlisa</dc:creator>
	<dc:creator>tomia, sumiati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract- The objective of this research is for knowing the denity of the larva in three areas, (endemic, sporadic and potential). The researcher used observational method on this research. The researcher also took a hundred houses on the endemic areas in Bastion Karance Village, one hundred on to the sporadic area (in Kulaba village) and one hundreed houses on to the potential (Toboleu Village)&amp;nbsp; the sample were taking by using Sequencial Method. Result of this researche was &amp;nbsp;In endemic areas, HI 6 %, CI 43, 9 %, sporadic HI 28,7 %, CI 28,7 %, in endemic areas HI 63 %, CI 29,4 %, Density Figure Values in endemic areas, 8,33, while spoadic, 7,66 and in potensial areas 7,66.
&amp;nbsp;
Keywords : Larva density, endemic area, Ternate</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstrak:&amp;nbsp; Studi Kepadatan Larva Aedes Sp Pada Daerah Endemisitas Berbeda Di Kota Ternate. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional. Sampel pada penelitian ini adalah 100 rumah di daerah endemis (Kelurahan Bastiong Karance), 100 rumah di daerah sporadis (Kelurahan Kulaba), dan 100 rumah di daerah potensial (Kelurahan Toboleu). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Sequencial. Hasil penelitian pada daerah endemis HI 65%, CI 43,9%, sporadis HI 70%, CI 28,7%, daerah Endemis HI 63% CI 29,4%. Nilai Density Figure pada daerah emdemis; 8,33, sporadis 7,66 dan daerah potensial 7,66.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Kepadatan larva, area endemi, Ternate</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/194</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.194</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/194/146</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/195</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:50:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Telur Cacing Dari Kotoran Telapak Dan Kuku Tangan Buruh Pengangkut Sampah Dinas Kebersihan Kota Ternate  Tahun 2015</dc:title>
	<dc:creator>abubakar, amira bin seh</dc:creator>
	<dc:creator>puasa, rony</dc:creator>
	<dc:creator>nurdin, erpi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit kecacingan merupakan salah satu jenis penyakit parasit yang dapat ditularkan melalui sampah. Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terdapat dengan sendirinya. Sedangkan kotoran manusia atau human waste tidak tergolong sebagai sampah, namun kenyataan sering digabungkan dengan sampah rumah tangga dan ditampung pada tempat penampungan sampah.
Spesies cacing yang penularan melalui media tanah adalah Ascaris lumbricoides, Trichiuris trichiura, Ancilostoma duodenale dan Necator americanus. Hal ini disebabkan oleh adanya pembuangan kotoran manusia yang tidak pada tempatnya. Buruh sampah adalah orang-orang yang berisiko untuk tertularnya penyakit kecacingan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai persentase telur cacing ; Ascaris lumbrikodes, Trichiuris trchiura, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus pada buruh pengangkut sampah di mobil sampah Pemerintah Kota Ternat Manfaat dari penelitian ini dapat menjadi khasanah untuk mengembangkan teknologi penanganan dan bahan evaluasi serta perencanaan bagi pemangku kebijakan di Kota Ternate .
Metoda penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survei morbiditas yang bertujuan untuk mengetahui atau mendapat gambaran kejadian dan distribusi suatu penyakit pada populasi.secara objektif. Populasi dalam penelitian ini adalah Buruh Pengakut Sampah Dinas Kebersihan Kota Ternate sebanyak 43 orang dan akan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2015.
Hasil penelitian diperoleh 2 responden (4.7%) positif ditemukan telur cacing Ascaris lumbricoides pada kotoran telapak&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; kuku&amp;nbsp; tangan&amp;nbsp; Buruh&amp;nbsp; Pengangkut&amp;nbsp; Sampah&amp;nbsp; Dinas&amp;nbsp; Kebersihan&amp;nbsp; Kota&amp;nbsp; Ternate.&amp;nbsp; Serta&amp;nbsp; ditemukan&amp;nbsp; buruh&amp;nbsp; tidak menggunakan alat pelindung diri saat melakukan aktifitas pengangkutan dan pembuangan sampah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/195</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.195</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/195/147</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/196</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:50:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Tepung Kacang Nagara(Vigna unguiculata) Dan Ikan Haruan (Ophicephalus melanopterus) Pada Snack Bar Sebagai Bahan Alternatif Meningkatkan Konsumsi Fe</dc:title>
	<dc:creator>dewi, zulfiana</dc:creator>
	<dc:creator>sajiman, sajiman</dc:creator>
	<dc:creator>netty, netty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tahun 2015 di provinsi Kalimantan Selatan, dari 17.239 remaja putri ditemukan 5.021 yang menderita anemia, dengan kata lain prevalensi anemia pada remaja putri di Kalimantan Selatan pada tahun 2015 adalah 29,13% (Dinkes Prop Kal-sel, 2016). Hal ini menunjukan angka prevalensi anemia remaja di Kalimantan Selatan lebih tinggi dari pada targen yang dicanangkan oleh pemerintah&amp;nbsp; pada tahun 2010 yaitu target penurunan angka prevalensi anemia pada remaja hingga 20%. Peningkatan penyerapan Fe pada kacang yang dalam penelitian ini menggunakan kacang nagara, perlu penambahan protein terutama protein albumin untuk meningkatkan penyerapan Fe pada kacang-kacangan. Pembuatan snack bar dengan penambahan ikan gabus merupakan pengembangan bahan dari produk makanan selingan tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari formulasi tepung kacang nagara dan ikan haruan pada snack bar sebagai bahan alternative meningkatkan konsumsi Fe. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen.Penelitian diawali dengan formulasi tepung kacang nagara dan ikan haruan pada snack bar, dengan perbandingan 70 : 30; 60 : 40; dan 50 : 50. Mutu organoleptic dilakukan untuk menentukan formulasi terbaik, setelah itu di lanjutkan dengan menguji kadar Fe, proximat dan kelayakan finansial. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan altarnatif dalam menanggulangi masalah Fe, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan dan secara umum di seluruh Indonesia.
Hasil dari penelitian ini adalah formulasi yang tepat untuk Snack Bar Tepung Kacang Nagara dan Ikan Haruan dengan perbandingan 50 : 50, berdasarkan tekstur dan rasa yang lebih disukai oleh panelis. Kadar Fe snack bar tepung kacang nagara dan ikan haruan sebesar 3.82 mg/100 gr, dan kadar protein sebesar 10.86%. Biaya produksi snack bar tepung kacang nagara dan ikan haruan adalah sebesar 2.490,-/kemasan, dengan harga jual Rp 4.000,00.&amp;nbsp; Nilai B/C Ratio 1,61
&amp;nbsp;
Kata Kunci : tepung kacang nagara, ikan haruan, snack bar, kadar fe, proximat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/196</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.196</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/196/148</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/197</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:50:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Faktor Resiko Ibu Hamil Dengan  Pre - Eklamsia Di RSUD BANJARBARU</dc:title>
	<dc:creator>hammad, hammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pre-eklamsi menyebabkan&amp;nbsp; kematian maternal dan kematian perinatal setiap tahunnya. Insidens pre-eklamsi pada kehamilan adalah sebesar ±5-10% dan menjadi satu dari tiga penyebab utamaangka kematian ibu setelah perdarahan dan infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik ibu hamil dengan preekslampsidi Poli Kandungan RSUD Banjarbaru September 2014. Metode penelitian deskriptifdengan populasi ibu hamil dengan menggunakan metode pengambilan sampel Accidental Samplingsebanyak 30 orang dengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan paritas ibu hamil dengan preeklampsi mayoritas primigravida (50%), umur dominan pada rentang 20-35 tahun (83.3%),tidak mempunyai riwayat hipertensi (96.7%), lingkar lengan sebagian besar 23.5-25 cm (83.3%) dan sebagian besar dari masyarakat ekonomi rendah (96.7%) . Secara keseluruhan tingkat resiko pre eklampsi ibu hamil rendah namun pre ekslampsi meMerlukan kontrol yang ketat dari penderita. Ibu hamil perlu&amp;nbsp; rutin dan teratur memeriksakan diri serta mencari informasi melewati bidan atau dokter untuk mengetahui dan mencegah sedini mungkin sebelum terjadinya pre – eklamsia pada kehamilan.
&amp;nbsp;Kata Kunci : Pre-eklamsia, Faktor Resiko, Ibu Hamil</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/197</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.197</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/197/149</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/198</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:50:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kesiapan dan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Uji Coba Ujian  Kompetensi Mahasiswa Keperawatan   Politeknik Kesehatan Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>suroto, suroto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin dituntut untuk mengikuti uji kompetensi sebagai prasyarat untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) perawat. Dalam memasuki dunia kerja keberadaan STR merupakan suatu syarat yang harus dilengkapi jika lulusan tersebut ingin memasuki dunia kerja, baik pada instansi pemerintah maupun swasta. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat mencapai hasil yang baik atau maksimal tentunya diperlukan upaya-upaya dari mahasiswa itu sendiri diantaranya melakukan kesiapan dan kemandirian belajar. Kesiapan menurut Djamarah dan Aswan (2006) meliputi aspek fisik, psikis dan kesiapan materiil. Sedangkan Kemandirian belajar menurut Prayitno (2007) dalam belajar mandiri mahasiswa dituntut untuk mampu mandiri dalam hal sebagai berikut:&amp;nbsp; Mengakses materi dan sumber belajar,&amp;nbsp; Memahami materi belajar, Mengaktualisasi diri di dalam kelas, Merekam materi pelajaran yang dibaca dan diterangkan,&amp;nbsp; Mengerjakan tugas,&amp;nbsp; Belajar bersama dengan sejawat mahasiswa (belajar kelompok),&amp;nbsp; Berdiskusi dan berargumentasi, Membaca dan menulis karya ilmiah, Mempersiapkan dan mengikuti ujian dan&amp;nbsp; Menganalisis dan menindaklanjuti hasil ujian.&amp;nbsp; Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesiapan dan kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Keperawatan dalam menghadapi uji kompentensi. Jenis penelitian yang dugunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan rancangan pendekatan cross sectional. 
Hasil data penelitian dianalisis untuk mengetahui hubungan variabel kesiapan belajar dan kemandirian belajar mahasiswa dengan hasil uji kompetensi&amp;nbsp; menggunakan uji beda rata-rata dengan t-test. pada tingkat kepercayaan 95 %.&amp;nbsp; Hasil penelitian hubungan Kemandirian belajar dengan nilai uji kompetensi, didapatkan angka p Value 0,004&amp;nbsp; lebih kecil dari α = 0,05, menunjukan bahwa ho ditolak yang berarti ada beda nilai rata-rata hasil uji coba uji kompetensi antara kelompok responden yang mandiri dengan yang tidak mandiri. Berarti bahwa mahasiswa yang mandiri memiliki nilai lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mandiri.&amp;nbsp; Sedangan hubungan kesiapan belajar belajar dengan nilai uji kompetensi diperoleh angka p Value 0,025&amp;nbsp; lebih kecil dari α = 0,05, menunjukan bahwa ho ditolak yang berarti ada beda nilai rata-rata hasil uji coba uji kompetensi antara kelompok responden yang siap dengan yang tidak siap. Berarti bahwa mahasiswa yang siap dalam belajar memiliki nilai lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak siap.
Kata kunci : Kesiapan, kemandirian belajar dan uji kompetensi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.198</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/198/150</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/200</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:50:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konstruksi Septic Tank Di Permukiman Daerah Rendah (Low Land)  Kota Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>juanda, juanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu penyebab kasus penyakit diare adalah mikroorganisme pathogen dan keterkaitan keberadaan mikroorganisme pathogen terkait dengan pembuangan tinja (excreta). Dilaporkan cara pembuangan tinja di perkotaan lebih baik termasuk kategori improved (65,8%) sedangkan di pedesaan (35,3%), sebaliknya open defecation di pedesaan (27,6%) daripada perkotaan (7,5%), penggunaan septic tank di perkotaan (75,1%) dan di pedesaan (42,5%) (Riskesdas, 2011) walaupun demikian pemenuhan syarat-syarat konstruksi septic tank yang benar tidak dijelaskan. Di sebagian permukiman perkotaan maupun pedesaan daerah dataran rendah atau berawa-rawa pembuatan septic tank yang memenuhi syarat cenderung diabaikan hal ini diakibatkan kesulitan teknis, sehingga sebagian besar hanya berfungsi sebagai penampung excreta saja, yang mengindikasikan terjadinya pencemaran ke badan air.
Sebagian besar perilaku masyarakat belum mengarah pada upaya pencegahan penyakit, tetapi masih mengarah pada penyembuhan penyakit (Media, Y., Kasnodihardjo, Friskarini, K, 2000). Ketersediaan air bersih (OR) 4,026 kali berisiko terhadap diare, ketersediaan jamban yang tidak memenuhi syarat (OR) 3,754 kali dan perilaku ibu memberi makan balita (OR) 3,377 kali (Yusmidiarti, 2010). Masalah-masalah kesehatan yang dihadapi dan dirasakan di Negara-negara berkembang salah satunya adalah empat juta bayi atau anak meninggal setiap tahun akibat penyakit-penyakit diare, terutama akibat makanan dan air yang tercemar (WHO, 2001). Penyediaan air minum dan perbaikan sanitasi adalah kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Infeksi diare telah meluas pada Negara-negara berkembang. Menurut WHO, 2000 Diare diperkirakan 90 % kasus diare diakibatkan 3 penyebab yaitu sanitasi tidak memadai, personal hygiene kurang dan air tidak bersih, di dunia tiap tahun diperkirakan 2,2 juta orang meninggal akibat diare, 90% anak-anak Balita (Wehkamp, K.,H, Seebacher, S., 2009).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Faktor lingkungan dan perilaku kontributor terbesar terhadap status kesehatan masyarakat masing-masing 40 % lingkungan dan 30 % perilaku (Beaglehole, 1989) sehingga apabilla lingkungan dan perilaku dapat direkayasa kearah perbaikan telah dapat mengurangi risiko kesakitan atau gangguan kesehatan 70%, begitu pula kasus diare.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/200</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.200</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/200/152</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com:article/201</identifier>
				<datestamp>2019-01-28T01:50:44Z</datestamp>
				<setSpec>JSK:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Sanitary Candida Kit  Dalam Mengatasi Cemaran Candida, sp PADA BAK Toilet Sekolah Di  SDN Kota Banjarbaru</dc:title>
	<dc:creator>isnawati, isnawati</dc:creator>
	<dc:creator>maharso, maharso</dc:creator>
	<dc:creator>rahmawati, rahmawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air merupakan media transmisi yang sangat baik bagi organisme termasuk agen penyakit (Achmadi, 2011) seperti jamur jenis candida, sp. Air bisa tercemar oleh jamur(Lyon, 2006) demikian juga saluran pencernaan(Simatupang, 2009). Candida,sp“The Silent Epidemiologi” adalah golongan khamir,dan sekitar 17 spesies dilaporkan dapat menginfeksi manusia (Wahyuningsih, 2012). Infeksi Candida, sp sering terjadi (Annaissie, 2007). Candida, sp juga hidup di bak air toilet umum pasar tradisional (Isnawati, 2009), demikian juga pada bak toilet sekolah.Cemaran candida, sp&amp;nbsp; dapat diturunkan dengan penambahan Cupri Sulfat(CuSO4) (Isnawati, 2009).Sanitary Candida Kit dengan variasi model, dosis CuSO4&amp;nbsp; efektif diharapkan dapat mengatasi cemaran Candida sp pada air Bak toilet di SDN Kota Banjarbaru dengan metode eksperimental dan dianalisis efektifitas penurunannya. Terjadi penurunan Candida, sp di bak air toilet SDN 1 Loktabat Utara, sedangkan di di dua SDN lainya yaitu SDN 1 Sei. Besar dan SDN 2 Guntung Payung tetap tidak ditemukan cemaran Candida, sp.dan SCK mampu mempertahankan kondisi air tanpa cemaran Candida, sp. Pemeliharaan kebersihan toilet mutlak dilakukan untuk mengurangi cemaran candida, sp pada bak toilet SDN Kota Banjarbaru. Perlu penyempurnaan alat agar dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara luas
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Sanitary Candida Kit, sekolah, CuSO4</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/201</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31964/jsk.v8i1.201</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Skala Kesehatan; Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN</dc:source>
	<dc:source>2615-2126</dc:source>
	<dc:source>2087-152X</dc:source>
	<dc:source>10.31964/jsk.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/201/153</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Skala Kesehatan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-14T20:13:56Z"
			completeListSize="226"
			cursor="0">d6c43852809e7c501ed23bbf2f5352f9</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
