Daya Terima Formula Ikan Haruan Dan Formula Ayam Pada Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

Penulis

  • magdalena magdalena Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Gizi

Abstrak

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang diakibatkan oleh malnutrisi serta berhubungan dengan tidak tercukupinya zat gizi di masa lalu. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 Provinsi Kalimantan Selatan menempati urutan ke-6 dengan presentasi sebesar 30,0%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bulan Maret tahun 2023  di Puskesmas Martapura Timur sebanyak 188 balita stunting. Desa Melayu Tengah sebanyak 11 balita stunting. Menurut kepmenkes ≤ 20% dikatakan berhasil/

Tujuan : Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui daya terima balita stunting yang diberikan formula ikan haruan dan formula ayam

Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif, penelitian studi kasus kepada balita stunting dengan mengukur daya terima formula ikan haruan dan formula ayam. Kategori daya terima baik apabila indikator sisa makanan ≤ 20%. Populasi dalam penelitian ini adalah  11 balita stunting.  Variabel bebas adalah : Formula ikan haruan dan Formula Ayam, variabel terikat adalah : daya terima.

Hasil : Hasil penelitian ini adalah : balita stunting paling banyak pada usia 13 – 24 bulan (54,55%). Jenis kelamin balita stunting paling banyak adalah laki-laki (72,73%). Formula ikan haruan dan formula ayam yang dibuat dalam bentuk schotel, diberikan kepada balita stunting selama enam hari berturut-turut didapatkan rata-rata sisa formula tersebut kurang dari 20%. Ini artinya Sisa makanan yang kurang atau sama dengan 20% menjadi indikator keberhasilan.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-09

Cara Mengutip

magdalena, magdalena. (2024). Daya Terima Formula Ikan Haruan Dan Formula Ayam Pada Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Jurnal Skala Kesehatan, 15(2), 40–46. Diambil dari http://www.ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/423