Deteksi Ketuban Pecah Dini Menggunakan Pantyliner Berbahan Ekstrak Kunyit
Abstrak
Pendahuluan: Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum proses persalinan. Ketuban pecah dini terjadi pada 10% dari kehamilan, dengan 7% pada kehamilan term dan 3% pada kehamilan preterm. Ketuban pecah dini tidak langsung menyebabkan kematian ibu, tetapi merupakan prekursor infeksi yang menyebabkan kematian ibu dan janin. Diagnosis ketuban pecah dini (KPD) menggunakan pengukuran dengan kertas lakmus. Kunyit merupakan salah satu indikator pH alami yang dikembangkan sebagai alternatif kertas lakmus sintetis. Ekstrak kunyit mengandung kumarin yang memiliki sifat lakmus yang dapat mengidentifikasi ketuban pecah dini melalui reaksi dengan asam. Metode: Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksprimental. Penelitian dilaksanakan di RS Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin pada bulan Januari – Juli 2024. Populasi penelitian adalah Ibu hamil yang berisiko mengalami ketuban pecah dini. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan Ï < α 0,05 antara perubahan warna pantyliner yang mengandung ekstrak kunyit dengan diagnosis ketuban pecah dini (KPD). Hal ini menunjukkan bahwa pantyliner dengan ekstrak kunyit berpotensi digunakan sebagai alat untuk mendeteksi ketuban pecah dini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kunyit memiliki sifat lakmus yang dapat mengidentifikasi ketuban pecah dini dengan efisiensi yang tinggi. Diskusi/Saran: Tingkat kesesuaian diagnosis sebesar 90%, kunyit terbukti memiliki potensi sebagai alat deteksi non-invasif yang dapat membantu dalam pengelolaan kesehatan ibu hamil. Untuk meningkatkan efektivitas deteksi, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi pantyliner yang mengandung kurkumin dan uji klinis dengan populasi yang lebih besar untuk memvalidasi hasil dan implementasi metode ini secara luas dalam praktik medis.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Publishing your paper with JURNAL SKALA KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN (JSK) means that the author or authors retain the copyright in the paper. JSK granted an exclusive reuse license by the author(s), but the author(s) are able to put the paper onto a website, distribute it to colleagues, give it to students, use it in your thesis etc, even commercially. The author(s) can reuse the figures and tables and other information contained in their paper published by JSK in future papers or work without having to ask anyone for permission, provided that the figures, tables or other information that is included in the new paper or work properly references the published paper as the source of the figures, tables or other information, and the new paper or work is not direct at private monetary gain or commercial advantage. JSK journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. This journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. This license lets others remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially. JSK journal Open Access articles are distributed under this Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA). Articles can be read and shared for All purposes under the following conditions:
BY: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.SA: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
