Korelasi Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Purwosari Kota Surakarta

Penulis

  • Nur Lailli Ramadhani Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Supratman Supratman

DOI:

https://doi.org/10.31964/jsk.v17i1.521

Abstrak

Hipertensi, yang kerap dijuluki sebagai “silent killerâ€, dapat menimbulkan kecemasan pada penderitanya karena memerlukan pengobatan dalam jangka panjang. Tingkat tingkat kecemasan yang tinggi berimplikasi pada menurunnya kualitas tidur, yang mengacaukan stabilitas tekanan darah serta meningkatkan risiko munculnya hipertensi. Penelitian ini meneliti korelasi tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Purwosari, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS) untuk menilai kecemasan dan Sleep Quality Scale (SQS) untuk menilai kualitas tidur. Total sampel pada penelitian ini mencapai 159 responden yang bertempat tinggal di area pelayanan Puskesmas Purwosari, Kota Surakarta. Kecemasan berkorelasi signifikan dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari, Kota Surakarta. Analisis korelasi antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur menghasilkan nilai signifikan p = 0,000 (P < 0,01). Uji Chi-Square menunjukkan adanya korelasi yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p = 0,001, Hâ‚€ ditolak, Hâ‚ diterima). Dari 80 responden kecemasan ringan, 54 (67,5%) memiliki kualitas tidur baik; sedangkan dari 79 responden kecemasan sedang, 52 (65,8%) mengalami kualitas tidur buruk. Kesimpulan: Semakin berat tingkat kecemasan menyebabkan kualitas tidur semakin buruk, sehingga memerlukan intervensi untuk tepat mengurangi kecemasan pada lansia hipertensi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-08

Cara Mengutip

Ramadhani, N. L., & Supratman, S. (2026). Korelasi Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Purwosari Kota Surakarta. Jurnal Skala Kesehatan, 17(1), 77–86. https://doi.org/10.31964/jsk.v17i1.521